Kisah ‘Panre Bessi’ di Dusun Abbolangnge Desa Lappo Ase, Awangpone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kisah ‘Panre Bessi’ di Dusun Abbolangnge Desa Lappo Ase, Awangpone

Aktivitas kelompok 'Panre Bessi' di Dusun Abbolange, Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone

Turun Temurun Tekuni Pandai Besi, Giliran Ada Proyek Diabaikan

Sejauh ini kelompok ‘Panre Bessi’ (Pandai Bessi) yang ada di Dusun Abbolange Desa Lappo Ase, Awangpone, belum bisa menerima keputusan Dinas Perindustrian dan Perdaga-ngan Kabupaten Bone, yang memindahkan lokasi Proyek Revitalisasi IKM Pengolahan Logam ke lokasi lain.

Askar Syam, Watampone

Dari penelurusan RADAR BONE, di Dusun Abbolange, Sabtu 3 September lalu, terlihat jelas, dimana di dusun tersebut memang mayoritas warganya berprofesi sebagai ‘Panre Bessi’. Benar saja, ada sekitar 20 lebih titik usaha pandai besi yang dikelola masing-masing kelompok.
Mappatang yang merupakan Ketua Kelompok ‘Panre Bessi’ di desa tersebut menyebutkan jika di Dusun Abbolange terdapat 20 lebih kelompok pandai besi. Sementara di Dusun Bilae, hanya ada sekira 5 kelompok.

Mappatang juga menyebutkan, mayoritas warga di dusun itu (Abbolange) memang menggeluti profesi sebagai pandai besi yang keahlian itu didapat dari turun temurun.“Jadi dalam satu kelompok itu biasa diisi empat sampai belasan warga,” jelasnya. Ironis memang, disaat pengusulan proyek ke pusat. Data para Panre Bessi di Abbolangnge inilah yang diambil untuk memperkuat proposal proyek dimaksud. Namun kenyataannya, disaat proyek turun, lokasi malah dipindahkan tanpa melibatkan Panre Bessi.
Olehnya itu Panre Bessi Abbolangnge pun heran ketika bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi mereka malah dipindahkan ke Dusun Bilae.

“Saya yang mengurus bantuan ini hingga Lappo Ase bisa dapat dan memang pengusulannya di Dusun Abbolange bukan Bilae,” papar Mappatang. Mappatang merasa pihaknya diabaikan.
Salah seorang Ketua kelompok Panre Bessi Abbolange Anwar, juga mempertanyakan alasan sehingga bantuan tersebut dipindahkan ke Bilae.

Bahkan Anwar mengaku sudah ada lahan yang disiapkan untuk proyek IKM pengolahan logam tersebut.
“Lahannya sudah ada. Bahkan sudah ditebang pohon jatinya, karena di sana (Abbolange) akan didirikan bangunan untuk proyek IKM itu tapi belakangan tidak jadi,” imbuhnya.

Mantan Kepala Desa Lappo Ase, H Syakur juga tahu betul soal proyek tersebut.
“Proyek ini memang peruntukannya di Dusun III Abbolangnge. Cuma karena status tanah P2 maka tidak jadi. Alasan Disperindag tidak ada waktu untuk urus begituan, karena katanya ini proyek harus segera dikerjakan secepatnya, jelas Syakur.
Dia juga menampik tudingan Disperindag bahwa pemindahan lokasi berdasarkan persetujuan saat dirinya masih menjabat kades. Plt Kepala Desa Lappo Ase, Arifuddin menambahkan, Dusun Abbolangnge yang memenuhi kualifikasi jumlah pandai besi. Sementara di Bilae hanya lima.

Diketahui, proyek yang menelan anggaran sebesar Rp1.642.034.000 yang dikelola Disperindag, selain berpolemik pada titik lokasi pengerjaan, yang semula ditunjuk di Abbolange, juga diduga adanya data palsu produksi Disperindag Bone. Data tersebut sekaitan jumlah pekerja pengolah logam yang menjadi target penerima hasil proyek tersebut.

(*)

To Top