Kisruh Pembagian Lods Pasar Balle Kahu. Diduga Ada Oknum Bermain – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kisruh Pembagian Lods Pasar Balle Kahu. Diduga Ada Oknum Bermain

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sebanyak 20 pedagang di Pasar Balle, Kecamatan Kahu terpaksa gigit jari. Mereka yang awalnya terdaftar, tidak mendapatkan tempat (Lods dan kios) di pasar, lantaran diduga adanya permainan saat pembagian lods dan kios di pasar tersebut.

Salah seorang pedagang, Ari menyebut adanya oknum yang membagi-bagikan lods di pasar itu berinisial AD.
“Dia yang katanya di SK-kan Dispenda, yang membagikan lods dan kios ke pedagang di Pasar Balle,” jelasnya.
Ari menegaskan, adanya pedagang yang tidak mendapatkan tempat, lantaran adanya pedagang yang mendapatkan lods dan kios lebih dari satu tempat.

“Saya saja ada empat lodsku sebelum pasar di bangun. Setelah pasar dibangun, saya hanya dapat satu kartu. Artinya saya hanya dapat satu tempat,” jelasnya.
Dugaan jual beli lods dan kios juga dalam pembagian tempat di Pasar Balle. Informasi yang mengemuka, pedagang membayar Rp500 ribu untuk mendapatkan tempat.

Anggota Komisi II DPRD Bone, Herman ST, mengaku prihatin atas kisruh yang muncul di Pasar Balle Kecamatan Kahu. Herman menyebutkan, pada saat pendataan sebelum pasar dibangun, ada 180 lods yang tersedia.
Namun, setelah pasar selesai dibangun, jumlah lods yang tersedia hanya mencapai 150 unit.

“Saya dapat informasi, ada pedagang yang sebelum pasar dibangun hanya berjualan di pelataran, namun setelah pasar rampung, juga mendapatkan lods. Ini yang nantinya akan kita perjelas saat rapat kerja di Komisi II,” tegasnya.
Soal adanya isu jual beli lods di pasar tersebut, Herman mengaku juga mendapat informasi tersebut.

“Tapi kan itu belum bisa dipertanggungjawabkan karena belum ada pedagang berani melapor. Tapi yang jelas, jika itu betul, harus dipidanakan, karena tidak dibenarkan lods dan kios bantuan pemerintah, diperjual belikan,” pungkasnya.

Sekretaris Bapenda Kabupaten Bone, Drs Andi Alimuddin mengatakan pihaknya memprioritaskan pedagang resmi untuk mendapatkan lods atau kios Pasar Balle.
“Yang tidak dapat itu memang tidak berhak karena tempatnya pelataran. Memang orang semuanya mau naik di situ (Lods).

Biar di pelataran juga mau naik, jadi tidak cukup. Makanya yang diprioritaskan itu adalah penjual resmi,” ungkap Alimuddin kepada RADAR BONE, Kamis 4 Mei lalu.

Terkait dugaan permainan dalam pembagian lods di Pasar Balle, Alimuddin menegaskan jika menemukan bukti yang cukup, bisa di bawa ke ranah hukum.

“Pastinya yang penjual resmi itu sudah dapat, akan tetapi kalau ada yang mendapatkan lebih dari satu itu, langsung saja bawa ke polisi. Jadi tidak ada lagi yang bisa macam-macam,” jelasnya.

To Top