KKN Entrepreneur Unifa Sasar Tiga Desa di Libureng – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

KKN Entrepreneur Unifa Sasar Tiga Desa di Libureng

RADARBONE.CO.ID–WATAMPONE–Mahasiswa Universitas Fajar Ujung Pandang melakukan KKN Entrepreneur Angkatan X di wilayah Kecamatan Libureng.

Ada tiga desa yang menjadi lokasi KKN mahasiswa Unifa, yakni Desa Laburasseng, Ponre-ponre dan Baringeng.

Supervisor I KKN Entrepreneur Angkatan X Unifa Ujung Pandang, Herawati Dahlan, SE, MAk mengatakan dalam kegiatan KKN Entrepreneur ini digelar seminar program kerja yang melibatkan pemerintah setempat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, PKK dan unsur masyarakat lainnya. Seminar program kerja dihelat, Senin, 20 Agustus 2018.

Menurut Herawati setelah pihaknya melakukan survei selama seminggu, kemudian wawancara dengan para pemuka masyarakat, khususnya kepala desa dan masyarakat setempat maka diperoleh gambaran yang menjadi program utama atau wajib dilaksanakan di tiap posko adalah pembuatan video potensi desa, peta jaringan desa, dan pembuatan web desa.

“Sedangkan program lainnya di sesuaikan dengan potensi desa masing-masing, misalnya pembuatan papan nama perangkat desa, pelatihan keterampilan untuk ibu-ibu PKK (pembuatan tas dari baju bekas) , pelatihan pengenalan komputer untuk anak-anak tingkat sekolah SD dan SMP, pelatihan menari untuk anak sekolah, pelatihan pembuatan serbuk minuman sachet (Jahe) serta permen jahe, serta lomba olah raga,” ungkap Herawati didampingi Ermansyah Malik, SS, MHum selaku supervisor II.

Herawati menambahkan alasan pemilihan program-program itu, karena
Kecamatan Libureng khususnya pada ketiga desa tersebut memiliki potensi SDA yang sangat melimpah, mulai dari pertanian (cabe di Tompobulu ada yang di sebut cabe hitam), peternakan (Penghasil ternak sapi terbesar di Sulawesi Selatan), hingga perkebunan dan madu hutan. Namun disisi lain, sambung Herawati potensi SDA itu tidak didukung kondisi prasarana jalanan yang sangat tidak kondusif, serta tidak tersedianya jaringan telepon terutama internet.

“Otomatis ini sangat menghambat jalur informasi dan transportas. Mahasiswa berinisiatif membuat Web desa serta peta jaringan dan Video) dengan harapan setelah program ini dan dipublikasikan. Pemerintah daerah /pusat bisa megetahui kondisi masyarakat di desa tersebut serta mempublikasikan potensi desa ke pihak luar,” jelas Herawati.

Khusus di dua desa yakni Tompobulu dan Baringeng , untuk mendatangi kedua desa tersebut masyarakat harus melewati jalan yang rusak, karena jembatan yang menghubungkan dari kecamatan putus. Nah, untuk sampai pada kedua desa tersebut harus menyusuri tepi sungai yang di hubungkan dengan jembatan darurat. Jika hujan otomatis kendaraan tidak bisa lewat karena jalanan sangat licin.

“Jadi dengan kondisi tersebut bisa menghambat pertumbuhan ekonomi dan jalur informasi,” beber Herawati.

Menurut salah satu tokoh masyarakat di Tompobulu, kata Herawati, anak sekolah kadang masih SD sudah harus berpisah dengan keluarga karena mereka bersekolah di luar dari desa mereka. Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya tenaga pengajar.

KKN Entrepreneur Angkatan X Unifa Ujung Pandang di Libureng akan berlangsung selama 40 hari. Setiap desa akan dikoordinir masing-masing satu koordinator desa, yakni Desa Laburasseng (Rachim Hidayat), Desa Ponre-ponre (Ardan Nurdana) dan Desa Baringeng (Andi Fathir Nokiadji).
(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top