KKP Fokus Tanggulangi Penyakit Menular – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

KKP Fokus Tanggulangi Penyakit Menular

Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi MSi bersama Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar, Darmawali Handoko, sesaat sebelum simulasi penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, bertempat di Pelabuhan Bajoe, Sabtu 16 Juli 2016.

Gelar Simulasi Penanggulangan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Kapal motor yang akan berlabuh di Pelabuhan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, terindikasi membawa penumpang yang terjangkit virus pandemik.
Menanggulangi agar penyakit tersebut tidak menyebar, petugas gabungan yang terdiri dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bajoe, Basarnas, ASDP, Polairut dan tenaga medis dari RSUD Tenriawaru Watampone, langsung bersiaga di pelabuhan.
Petugas langsung mengevakuasi dua penumpang tersebut ke ambulance, kemudian dibawa ke tenda perawatan yang telah disiapkan di pelabuhan.

Petugas medis yang terlibat, terlihat menggunakan peralatan yang safety, agar virus tidak menyebar.
Semua prosedur penanganan tersebut, merupakan bagian dari simulasi penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia, yang digelar KKP Provinsi Sulsel, Sabtu 16 Juli kemarin.

Hadir dalam simulasi tersebut, Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi MSi, Kepala KKP Kelas I Makassar, Dr H Darmawali Handoko M.Epid, Kepala Wilker Pelabuhan Bajoe, H Imran Ruslan SH.MKes, unsur muspida, Kepala UPP Bajoe, Arifuddin, Kepala Basarnas, Andi Sultan serta Kepala KKP Kelas I Denpasar Bali, Dr Lucky Tjahyono M.Kes, mewakili Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Kepala KKP Bandung, Kepala KKP Bitung, Kepala KKP Sampit, perwakilan KKP Kendari, para pejabat Struktural KKp Kelas 1 Makassar, Wadir RSU Tenriawaru dan para kabid Dinkes Bone.

Adapun unsur yang terlibat, terdiri dari Pemkab Bone, KKP Makassar, Kantor UPP Bajoe, RSUD Tenriawaru, Petugas Gabungan Dinas Kesehatan, Polsek Kawasan Pelabuhan Bajoe, Otoritas Pelabuhan Penyeberangan, Bea Dan Cukai, Kantor Pajak, Karantina Hewan dan Tumbuhan, Karantina Ikan, Puskesmas Bajoe, PT ASDP Indonesia dan perusahaan pelayaran di Pelabuhan Bajoe.

Kepala KKP Kelas I Makassar, Darmawali Handoko menegaskan, kesiap-siagaan penyelenggara pelabuhan mengantisipasi masuknya penyakit yang berbahaya, sangat diperlukan.”Pelabuhan merupakan salah satu yang rawan menjadi tempat penyebaran penyakit menular. Waspada itu penting, khususnya unsur yang terlibat langsung di pelabuhan. Mulai dari Syahbandar, KKP, ASDP sampai Polairut dan Basarnas,” ungkapnya.

KKP lanjut dia telah menetapkan konjensi rencana. Yaitu suatu rencana yang dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang menyebar. “Ada rencana konjensi dan setiap tahunnya akan kita evaluasi,” pungkasnya.
Bupati Bone, Dr HA Fahsar M Padjalangi MSi yang hadir menyaksikan langsung jalannya simulasi, mengaku sangat mendukung apa yang menjadi program kantor kesehatan pelabuhan.

“Kegiatan ini, sangat sejalan dengan visi pemda, yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Maka dari itu sektor kesehatan merupakan salah satu program prioritas pemerintah,” ujar Fahsar.
Terpisah, Kepala Wilker Pelabuhan Bajoe, H Imran Ruslan menambahkan, sebelum pelaksanaan simulasi, terlebih dahulu, digelar gladi sehari sebelumnya.

H.Imran menambahkan, sebelum diadakan simulasi, terlebih dahulu digelar rapat pemantapan dan dilanjutkan dengan gladi kotor dan gladi bersih

*ASKAR SYAM

To Top