Komisi I DPRD Bone Siap Panggil Lurah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Komisi I DPRD Bone Siap Panggil Lurah

ilustrasi

Dugaan Pemotongan ‘Uang Panai’ di Maroanging

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Mencuatnya dugaan pemotongan uang belanja hajatan pernikahan di Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue mendapat serius kalangan legislator, khususnya di Komisi I DPRD Bone.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Bone, H Saipullah Latief menegaskan pihaknya siap memanggil pihak terkait termasuk pemerintah setempat, jika ada pengaduan masuk ke dewan. “Tidak menutup kemungkinan Komisi I mempertanyakan langsung hal ini melalui rapat kerja,” jelasnya.

Olehnya itu, Saipullah mendorong pihak yang merasa dirugikan untuk tidak takut mengadukan hal tersebut ke dewan. “Apalagi ketika tidak ada dasar untuk memungut, jelas itu merupakan pelanggaran berat,” tegasnya.
Anggota Komisi I lainnya, HA Suaedi SH MH sangat menyayangkan adanya pemotongan uang panai di Maroanging tersebut. Apalagi besaran uang yang disunat terbilang besar.

“Kalau ini benar, saya kira tidak ada pembenaran pungutan itu. Ini sudah kategori pungli (Pungutan liar) yang oknumnya wajib ditindak tegas,” ungkap Suaedi. Apalagi jika pungutan tersebut lanjut politisi Partai Demokrat itu, membebani masyarakat.

BACA JUGA  Humas Polres Silaturahmi Dengan Kru RADAR BONE

“Mereka sangat membutuhkan uang itu untuk belanja keperluan pesta pernikahan. Janganlah dibiasakan mempersulit, apalagi jika warga itu masuk kategori miskin,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Pemerintah Kelurahan Maroanging, Kecamatan Sibulue tak menampik adanya pemotongan uang panai warga yang menghelat pernikahan anaknya, beberapa waktu lalu.

Salah satu staf Kelurahan Maroanging, Agusnawan SSos mengungkapkan pemotongan uang panai tersebut diperuntukkan untuk membayar gaji para Ketua Rukun Tetangga (RT) di Maroanging.
Maklum, kata dia, Ketua RT tak memiliki sumber gaji, sehingga dibuatlah kesepakatan dengan warga untuk pemotongan uang panai pada setiap warga yang menggelar hajatan pesta pernikahan.

“Pemotongan ini sudah lama dan saya rasa tidak ada masalah karena disepakati orang banyak. Bukan cuman aparat pemerintah setempat yang hadir, tapi seluruh warga.

Dan ini diperuntukkan kepada beberapa Ketua RT. Mengingat selama ini memang dia (Ketua RT) yang selalu turun tangan kerja bakti, seperti pembersihan saluran air,” beber Agusnawan yang mengaku sebagai bujang kantor kelurahan itu.

BACA JUGA  Liput Acara Rapimda Golkar di Bone, Wartawan Kena Pukul

Lurah Maroanging, H Tahir menambahkan pemotongan uang panai telah diputuskan melalui rapat bersama warga setempat disaksikan beberapa elemen, seperti pihak pemerintah kecamatan, koramil dan polsek.
“Pemotongan ini atas dasar kesepakatan bersama dan disaksikan dari beberapa lembaga masyarakat bahkan pemerintah kecamatan , koramil dan kapolsek ikut menyaksikan.

Dan ini saya anggap bukan pungutan karena ada kesepakatan dengan bukti melalui berita acara, dan bahkan di situ tercantum kesepakatan besarnya pemotongan, yaitu lima persen,” jelas Tahir dengan suara bernada keras saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 7 April lalu.

Tahir berusaha ditemui RADAR BONE di kantornya, namun tak berhasil. Kantor Lurah Maroanging dalam keadaan sapi karena sedang direhab.  Menyinggung soal regulasi yang mendasari pemotongan uang panai itu, Tahir menegaskan, bahwa itu merupakan inisiatif pemerintah setempat dan telah disepakati bersama.
“Mengenai peraturan yang mengatur, ini kan hak otonom yang mana kami diberikan hak penuh untuk mengatur daerah sendiri, dan kami memiliki bukti melalui berita acara itu” jelasnya.

BACA JUGA  IPSI Bone Ikuti Penataran Wasit dan Pelatih

*

Click to comment
To Top