Komisi II Minta Penjelasan DKP Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Komisi II Minta Penjelasan DKP Bone

Produksi Pabrik Tepung Ikan Mandek

WATAMPONE, RB—Komisi II DPRD Kabupaten Bone, segera meminta penjelasan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), terkait mandeknya pabrik tepung ikan dan cold storage di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lonrae Kecamatan Timur.
Ketua Komisi II DPRD Bone, A Muh Idris Alang, SH MH mengatakan pihaknya baru mengetahui, jika pabrik tepung ikan di PPI Lonrae tak beroperasi.

“Sebenarnya kami di Komisi II sudah mengunjungi pabrik tepung dan cold storage itu beberapa waktu kemarin dan pabriknya berfungsi. Kami tidak tahu kalau ternyata sekarang tidak berfungsi,” ujarnya kepada RADAR BONE, usai mengikuti rapat paripurna pandangan umum fraksi soal Laporan Pertanggunjawaban Bupati Bone Tahun Anggaran 2015, Jumat 12 Agustus lalu.

Kekurangan bahan baku yang menjadi penyebab mandeknya pabrik bernilai Rp2,6 miliar itu, dinilai politisi Partai Golkar sebagai sebuah persoalan kecil. Karenanya, pihaknya akan meminta penjelasan Dinas Kelautan dan Perikanan, terkait alasan sehingga pabrik tidak dioperasikan. “Saya kira itu bukan masalah yang terlalu besar. Makanya, kami akan minta penjelasan DKP soal hal itu,” janji politisi Partai Golkar itu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bone, Bustanil Arifin Amry berpendapat serupa. Dia meminta DKP segera mengatasi persoalan pengadaan bahan baku tersebut. “Agar pabrik tepung ikan dan cold storage itu bisa berfungsi maksimal. Kasihan sudah dianggarkan miliaran, tapi toh tidak dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Bustanil.

Anggota Komisi II lainnya, A Muh Yusuf Akbar mengatakan bahan baku adalah merupakan tantangan yang harus dipenuhi pengelola pabrik tepung ikan. Apalagi, kehadiran tepung ikan sangat diperlukan untuk keberlangsungan budidaya ikan. “Jadi memang tantangan dari pabrik tepung ikan ini adalah bahan baku. Nah, bahan baku utama untuk pakan ikan adalah tepung ikan ini. Setahu saya, dalam komposisi ransum pakan ikan, 60% bahannya adalah tepung ikan. Ini saya sampaikan, supaya khalayak tahu betapa pentingnya tepung ikan dan pabriknya dalam hal keberlangsungan budidaya ikan di Bone,” tutur politisi muda Partai Golkar itu.

Putra mendiang Mantan Bupati Bone, A Muhammad Amir itu menambahkan bahan baku merupakan pendukung utama untuk kelancaran produksi tepung ikan. Karenanya, kata Yusuf Akbar DPK perlu segera mengintegrasikan dari proses penangkapan ikan sampai pada pembuatan bahan baku.

“Setahu saya bahan baku tepung ikan lebih banyak diimport dari luar, sehingga kurangnya ketersediaan bahan baku untuk tepung ikan menjadi penghalang produksi. Sebaiknya, DPK segera mengintegrasikan usaha pabrik tepung ikan ini. Mulai dari proses penangkapan ikan sampai menjadikannya bahan baku tepung ikan itu sendiri” jelasnya.
Yang terpenting, lanjut Yusuf adalah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat nelayan untuk memenuhi ketersediaan ikan sebagai bahan baku.

“Perlu sosialisasi yang baik dari DPK terhadap masyarakat nelayan, karena kelangkaan ikan sebagai bahan baku tepung ikan. Hampir semua jenis dan kualitas ikan yang dtertangkap dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan konsumsi de-ngan berbagai varian, seperti ikan segar, ikan asin, ikan, terasi dan lain-lain,” bebernya seraya menegaskan, bahwa bahan baku menjadi tantangan dihadapi kebanyakan pabrik tepung ikan di Indonesia, sehingga harus mengimpor dari luar.

Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone, Ir Wahida MSi yang ditemui RADAR BONE, Kamis 18 Agustus kemarin, me-ngatakan kehadiran tiga pabrik di PPI, termasuk salah satunya pabrik tepung ikan sesungguhnya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pasar di daerah Bone dan sekitarnya. Hanya saja, karena terkendala bahan baku dan air, sehingga produksi tak berjalan maksimal. “Makanya tahun ini kami cukup mengelola untuk pakan ikan di BBI, meskipun industri ini tujuanya ke depan bisa dinikmati warga Bone dan sekitarnya. Tapi sementara ini kekurangan air, jadi nanti setelah air bersihnya ada Insya Allah pada tahun 2017 sudah bisa kerja secara optimal,” jelasnya.

Setelah suplai air tersedia, kata Wahidah, maka tidak ada alasan lagi bagi pihaknya untuk tidak memungsikan pabrik tersebut.
Lanjut dia, pabrik tepung ikan dikelola koperasi. Mengenai kapasitas daya tampung, cold sto-rage yang ada mampu mencapai 30 ton. Kemudian penampungan pembekuan mampu menampung 10 ton. Adapun pabrik tepung ikan kapasitasnya diakui Wahidah mampu menampung hingga 10 ton.

“Jadi jika ini berjalan secara maksimal hasilnya bukan hanya orang Bone bisa menikmati. Tapi orang luar pun bisa menikmati,” katanya.  Cuma sayangnya, Wahidah belum bisa membeberkan jumlah produksi sejauh ini yang mampu dicapai, termasuk jumlah ketersediaan bahan baku yang ada.

Sementara itu, pemantuan RADAR BONE dalam beberapa hari ini, termasuk Kamis 18 Agustus kemarin. di tiga pabrik di PPI Lonrae, yakni Pabrik Tepung Ikan, Cold Strorage dan Pabrik Pengolahan tertutup rapat. Tak ada aktivitas layaknya sebuah pabrik.

*ASKAR SYAM

To Top