Kontribusi Pariwisata di Bone Turun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kontribusi Pariwisata di Bone Turun

Salah seorang pengunjung menyaksikan keceriaan pengunjung lain menikmati sejuknya air di Salo Merungnge.

Potensi Menjanjikan, Target PAD Malah Turun

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata menurun dalam dua tahun terakhir. Parahnya lagi, target sudah rendah, namun sulit terealisasi. Padahal, potensi pariwisata di Bone sangat menjanjikan jika digarap serius. Target penerimaan PAD dari sektor pariwisata terus menurun dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang dihimpun RADAR BONE, menyebutkan tahun 2013 target PAD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebesar Rp300 juta. Kemudian di tahun 2014, target pariwisata meningkat menjadi Rp350 juta. Namun dalam dua tahun terakhir target PAD sektor pariwisata tersebut terus turun. Dimana pada 2015 target PAD Disbudpar turun menjadi Rp275 juta. Kemudian di tahun 2016 cuma tersisa Rp250 juta.

Demikian pula dengan realisasi pencapaian target-target tersebut juga sulit dicapai. Di tahun 2013 misalnya, target PAD Disbudpar Rp300 juta, tapi yang bisa terealisasi cuma Rp234.544.000 (78,18%). Begitu pula di tahun 2014, ditarget Rp350 juta yang tercapai hanya Rp239.854.000 (68,53%).

Kemudian pada 2015 realisasi hingga bulan Juni tercatat Rp78.297.000. Dan tahun ini, target PAD sektor pariwisata hanya Rp250 juta. Hingga Oktober lalu, tercapai Rp227 juta atau realisasi 90%.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bone, A Ikhwan Burhanuddin yang dihubungi RADAR BONE, Selasa 1 November kemarin mengatakan pihaknya belum bisa mematok target PAD terlalu tinggi, karena sarana dan prasarana yang ada belum memadai. “Target PAD kita tahun ini (2016) sebesar Rp250 juta. Saat ini terealisasi Rp227 juta,” tegasnya.

Dia optimis target PAD tersebut tercapai sebelum akhir Desember. “Saat ini realisasi target PAD Disbudpar sudah mencapai 90 persen lebih. Kita optimis capai target sebelum akhir Desember,” ujarnya sembari menyebut pencapaian target PAD Disbudpar cukup baik jika dibandingkan realisasi PAD tahun sebelumnya.

Menurut Ikhwan perolehan PAD terbesar berasal dari Tanjung Pallette yang ditarget Rp100 juta. Kemudian obyek wisata alam Gua Mampu yang ditarget Rp20 juta lebih. Potensi PAD sektor pariwisata di Kabupaten Bone sesungguhnya sangat menjanjikan.
Hanya saja sektor tersebut belum dikelola maksimal oleh dinas terkait. Beberapa obyek wisata yang belum dikelola dengan baik, seperti Pantai Tete di Kecamatan Tonra, Air Terjun Alekale di Bengo, Air Terjun Laddenring di Tellu Limpoe, Air Terjun kembar di Ponre dan yang terbaru adalah Salo Merungnge di Desa Ureng, Kecamatan Palakka. Yang terak-hir ini, sudah menjadi viral di media sosial sejak gambarnya diunggah netizen.

Jika sejumlah obyek wisata tersebut digarap secara serius pemerintah daerah, Bone diyakini tidak akan tertinggal dengan daerah tetangga yang sudah meraup omzet penerimaan dari sektor pariwisata di atas Rp1 miliar.
Kabupaten Soppeng misalnya, tahun ini menergetkan PAD pariwisata sebesar Rp1.627.500.000. Dan sejauh ini sudah terealisasi Rp1.383.375.000 atau 85%. Pe-nerimaan PAD sebesar itu berasal dari dua obyek wisata andalan Soppeng, yakni wisata air panas Lejja dan permandian Ompo.

To Top