Korban Pemarangan Tuding Polisi Masuk ‘Angin’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Korban Pemarangan Tuding Polisi Masuk ‘Angin’

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB– Korban pemarangan ketika tawuran antar dua kelompok pemuda, Laccokkong dan Bukaka, Herman menuding polisi masuk angin sehingga melepas pelaku pemarangan terhadap dirinya beberapa waktu lalu.

Herman yang ditemui RADAR BONE Sabtu 23 April membeberkan, bahwa dia telah dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bone. Selain itu kata dia, barang bukti berupa parang telah diamankan polisi.

“Pelaku berinisial AS masih berkeliaran. Kemungkinan polisi telah masuk angin terkait kasus ini,” katanya.

Menurut, Herman sebelumnya pelaku telah dipanggil polisi dan dimintai keterangan dan AS mengakui bahwa dia yang memarangi korban.

“Di depan penyidik pelaku mengakui, kalau dia yang memarangi saya. Setelah dimintai keterangan pelaku dilepas dan sekarang sudah berkeliaran,”terangnya.

Terpisah orang tua korban, Tawil Dg Matteru mengaku kecewa dengan kinerja dari pihak Polres Bone.

“Selaku orang tua saya tentu sangat kecewa. Karena pelaku yang hampir menghabisi anak saya dibebaskan polisi,” tegasnya.

Tawil dengan tegas meminta Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho SIK, MH untuk mundur dari jabatannya jika tidak mampu menuntaskan permasalahan tersebut.

“Kapolres Bone sudah tidak layak lagi menduduki jabatan sebagai kapolres di daerah ini. Karena tidak sanggup lagi menegakkan hukum dan tidak mampu menjaga stabilitas sosial di Bone,” cetusnya.

Kapolres Bone, AKBP Juliar Kus Nugroho SIK, MH yang hendak dikonfirmasi RADAR BONE terkait kasus pemarangan ini, pada Sabtu 23 April sekira pukul 19.00 Wita tidak berhasil nomor ponselnya disibukkan begitu juga pesan singkat yang dilayangkan tidak di balas.

To Top