Korban Siapkan Saksi Menguatkan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Korban Siapkan Saksi Menguatkan

Ilustrasi

Soal Kasus Penganiayaan di THM

PENULIS : MUHAMMAD IRHAM-HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—Pengadilan Negeri Watampone menggelar sidang lanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan empat oknum polisi terhadap Basri Alam, Senin, 21 Mei lalu. Sidang ini mengagendakan pemeriksaan saksi dan korban. Humas Pengadilan Negeri Watampone, Hamka SH MH mengatakan pada persidangan tersebut Majelis Hakim melakukan pemeriksaan terhadap korban

“Agenda persidangan yakni pemeriksaan korban,” kata Hamka saat ditemui diruang kerjanya, Rabu 23 Mei kemarin. Menurut Hamka, keterangan yang disampaikan korban disangkal oleh keempat terdakwa yang merupakan oknum polisi bertugas di Satuan Reskrim Polres Bone. Namun demikian, kata Hamka, Hakim akan memeriksa beberapa bukti yang ada untuk membuktikan tindakan keempat terdakwa yang terdiri dari Bripka H Amril, Brigpol Nasrul, Brigpol Ruslan dan Brigpol Kamaruddin.

“Keempat terdakwa menyangkal gugatan tersebut, namun dari hakim akan melakukan pemeriksaan bukti-bukti berupa hasil visum maupun saksi. Dan hasil pemeriksaan visum terbukti terjadi penganiayaan,” terang Hamka. Terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bone, Adnan Hamzah SH yang dikonfirmasi RADAR BONE mengatakan pelaku didakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama.

“Senin kemarin agenda sidang mendengar keterangan saksi,” kata Adnan. Korban Basri Alam kepada RADAR BONE mengatakan sidang selanjutnya yang dijadwalkan pada 4 Juni mendatang masih mengagendakan mende-ngar keterangan saksi-saksi yang dia hadirkan. “Kemarin saksi saya belum hadir nanti tanggal 4 Juni baru datang,” tambahnya.
Basri Alam menegaskan dirinya akan terus berjuang agar para pelaku dipidana sesuai dengan perbuatannya.  “Saya akan terus mengawal kasus ini. Sebagai korban kami ingin pelaku ditindak tegas. Karena merupakan oknum anggota polisi yang harusnya melindungi namun malah mereka yang berbuat,” ujarnya.

Diketahui Basri Alam menjadi korban penganiayaan di Tempat Hiburan Malam (THM) Venom, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur pada April 2015 lalu. “Kejadiannya waktu itu saya bersama teman masuk ke salah satu THM di Jl MH Thamrin. Ketika melintas di belakang kerumunan pelaku yang sedang berjoget tiba-tiba ada yang mencekik leher saya dari belakang kemudian pelaku lain memukul bagian kepala,” beber Basri. Atas tindakan kekerasan tersebut, keempat terdakwa dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tahun enam bulan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top