Waduh Kok Bisa, Salah Ketik Nama, Peserta yang Lolos Tes tertulis PPK Tertukar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Waduh Kok Bisa, Salah Ketik Nama, Peserta yang Lolos Tes tertulis PPK Tertukar

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE—-Profesionalitas Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bone, dalam merekrut Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diuji. Nama peserta yang lolos ujian tertulis tertukar. KPU pun menuai protes dari peserta yang gugur.

Salah seorang calon PPK asal Kahu, Syamsuri mendatangi kantor KPU Bone.  Dia menuding KPU Kabupaten Bone tidak profesional dan terkesan memilih orang-orang titipan.

Sorotan mencuat setelah adanya calon PPK Kahu yang dinyatakan lolos tes ter tertulis, padahal namanya tidak tercantum dalam daftar pengumuman lulus tes tertulis yang ditandatangani KPU.

Syamsuri menyebut, peserta atas nama Andi Tadang Pare dengan nomor tes 014 dinyatakan tidak lulus tes tertulis di KPU Bone.

“Peserta atas nama Andi Tadang Pare dinyatakan lolos PPK, dan pada hasil tes tertulis tidak ada namanya lolos 10 besar,” protes Syamsuri.

“Patut dicurigai KPU Bone tidak profesional, kalaupun alasannya salah ketik itu hanya mengada-ngada, saya secara pribadi tidak mempermasalahkan hasilnya tetapi prosesnya,” ucap Syamsuri.

Ketua KPU Bone, Aksi Hamzah membantah pihaknya tidak profesional dalam proses rekruitmen PPK. Aksi menantang jika ada yang bisa membuktikan adanya calon titipan yang diloloskan.

“Ipar saya saja tidak lolos dan ada beberapa keluarga komisioner dan staf tidak lolos. Itu karena hasil tes wawancaranya memang tidak memungkinkan,” ujar Aksi usai pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Helios Hotel, Senin 30 Oktober kemarin.

Soal rekrutmen PPK di Kahu, Aksi menegaskan itu murni kesalahan penginputan. “Staf kami tidak melihat secara detail nilai setiap peserta yang lolos. Andi Tadang itu tinggi nilainya pada tes tertulis.

Mungkin pengaruh waktu, karena proses penginputan untuk Kahu itu saat pukul 00.00 Wita dinihari,” ujar Aksi.
Sementara Rosdiana kata Aksi, tidak lolos karena memang nilai ujiannya rendah.

“Namun tetap kita ikutkan di tes wawancara karena namanya terlanjur diumumkan. Dan di tes wawancara terungkap fakta ternyata dia bersama suaminya mendaftar PPK di Kecamatan Kahu dan sama-sama ikut tes wawancara. Sementara di Undang-undang Nomor 27 Tahun 2011 tidak dibenarkan penyelenggara pemilu berstatus suami istri,” ujar Aksi seraya menyebut suami dari Rosdiana masuk lima besar PPK berdasarkan hasil tes wawancara.

“Dari awal kita sudah tekankan terbuka dalam proses rekrutmen ini. Tes tertulis dan wawancara kita gelar terbuka. Ini masalah integritas. Kami tentu tidak bisa meluluskan orang yang betul-betul tidak memiliki pemahaman tentang pemilu,” kuncinya.

Sementara itu, Panwascam Kahu telah meneruskan pengaduan calon PPK yang gugur tersebut ke Panwaslu Kabupaten Bone.

“Dengan adanya dugaan kecurangan, kami sudah laporkan ke Panwas Kabupaten untuk ditindaklanjuti, karena yang bersangkutan ini sudah mengadu kepada kami untuk dicarikan solusi bagaimana langkah yang harus dia tempuh,” tegas A Satriad, Ketua Panwascam Kahu kepada RADAR BONE, Senin, 30 Oktober kemarin.

Lanjut dia, tindakan selanjutnya akan diambil setelah mendapat arahan dari Panwaslu Kabupaten Bone.
“Kami akan lanjutkan ini setelah ada pentunjuk dari Panwas Kabupaten. Saat ini kami terkendala karena Ketua Panwas Kabupaten sedang di luar kota mengikuti diklat,” jelasnya.

Diketahui, sebanyak 135 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Bone, Aksi Hamzah di Helios Hotel, Senin, 30 Oktober kemarin. Para anggota PPK ini akan disebar di 27 kecamatan, dimana setiap kecamatan beranggotakan lima orang.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top