KPU Rekrut PPK-PPS, Waspadai Calon Titipan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

KPU Rekrut PPK-PPS, Waspadai Calon Titipan

PENULIS : RISNAWATI – ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Banyak cara bisa dilakukan pihak yang berkepentingan di pilkada untuk memenangkan pertarungan. Salah satunya dengan menempatkan orang-orangnya di struktur lembaga penyelenggara pemilu.

KPUD diminta mewaspadai hal itu dalam rekruitmen anggota PPK dan PPS.
Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bone, telah membuka pendaftaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Sejak pendaftaran dibuka, Kamis, 12 Oktober lalu, kantor KPUD dibanjiri pelamar yang membidik kursi penyelenggara pemilu tingkat kecamatan dan desa.

Membludaknya pelamar tentu menjadi tantangan KPU untuk selektif menjaring berkas para calon. KPUD harus mewaspadai kemungkinan adanya calon titipan.

“Tidak tertutup kemungkinan calon anggota PPK yang mendaftar di KPU adalah titipan dari pihak tertentu yang berkepentingan dengan pelaksanaan pilkada serentak. Jadi KPU ketika melakukan proses seleksi harus mewaspadai kemungkinan itu,” ungkap Rahman Arif, Aktivis Politik kepada RADAR BONE, Minggu, 15 Oktober kemarin.

Apalagi lanjut Rahman, dari pengalaman pada pilkada sebelumnya, baik di pilkada gubernur maupun pilkada bupati 2013, termasuk pada pemilu legislatif dan pemilu presiden, aduan terkait dugaan praktik kecurangan banyak terjadi di tingkat PPK dan PPS.

“Sehingga perlu diantisipasi sejak dini oleh KPUD dengan cara memilih calon anggota PPK-PPS yang memiliki integritas,” tegasnya.

Untuk mendapatkan calon anggota PPK yang memiliki integritas, tentu tidak mudah. “Tetapi saya yakin, KPUD bisa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai latar belakang setiap calon, karena melalui cara itu bisa didapatkan gambaran apakah yang bersangkutan memiliki integritas atau tidak,” katanya.

KPUD lanjut dia, juga harus belajar dari proses rekruitmen Panwascam yang menuai sorotan publik, karena prosesnya carut marut.

“Anggota Panwascam sebenarnya juga harus dipastikan bukan titipan dari pihak tertentu yang berkepentingan dengan pelaksanaan pilkada, karena mereka merupakan lembaga resmi yang bisa memproses setiap pelanggaran pilkada di wilayah setempat,” tambah Rahman.

Komisioner KPUD Bone, Yusnan Suyuti menegaskan, pihaknya akan selektif menyeleksi para calon PPK-PPS. Yusnan juga menegaskan, proses rekruitmen PPK-PPS mengacu ke aturan yang ada.
Para peserta lanjut dia, harus melalui serangkaian tes sebelum ditetapkan menjadi anggota PPK-PPS.

“Calon PPK misalnya, setelah dinyatakan lulus berkas, harus mengikuti tahapan tes tertulis dan tes wawancara. Kalau mereka tidak lolos dalam tahapan itu, yah KPU tentu tidak akan meloloskan,” tegasnya di balik telepon.
Diketahui, pendaftaran PPK mulai 12-18 Oktober, dan PPS berlangsung lebih lama, yakni 12-31 Oktober mendatang.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top