Kritik Soal Atribut Liar, Risman: Kubu “Sebelah” Terlalu Fokus Jekkong Sampai Lupa Aturan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Kritik Soal Atribut Liar, Risman: Kubu “Sebelah” Terlalu Fokus Jekkong Sampai Lupa Aturan

RADARBONE.CO.ID–Juru Bicara pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) Risman Pasigai, menanggapi pemberitaan tentang masih maraknya atribut liar. Menurut Risman, atribut diluar dari kesepakatan menjadi tanggung jawab penyelenggara pilkada.

Olehnya itu, menurut Risman, kandidat yang melayangkan kritik tersebut sebaiknya memperhatikan aturan pilkada dengan baik. Membaca dan memahami isi aturan tersebut, khususnya terkait alat peraga kampanye.

“APK secara resmi di keluarkan KPU dan di sepakati oleh semua tim, baik dari segi desain dan jumlah. Semuan desain APK sudah kami serahkan ke KPU sepenuhnya,” jelas Risman dalam keterangan tertulisnya.

“Terkait dengan adanya gambar NH-Aziz yang di luar desain yang kita telah sepakati, kami serahkan kepada KPU dan Bawaslu untuk menertibkan, karena itu di luar kendali tim kami, silahkan aja penyelengara tertibkan,” ujarnya menambahkan.

Ia pun berharap semua kandidat dapat memahami aturan pilkada. Tidak hanya fokus mencari kesalahan kandidat lain, atau bahkan mencoba segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dengan cara-cara yang curang.

“Aturan ada, itu dibaca dan dipahami. Jangan cuma fokus cari cara jekkong supaya dapat kekuasaan,” tegas Risman.

Terkait atribut liar, Risman menduga di pasang oleh relawan dan pihak NH-Aziz telah menghimbau secara resmi untuk menurunkan atribut tersebut. Atribut IYL yang masih terpasang diluar kesepakatan tapi kami tdk kepo, karena kita paham sekali bahwa sudah ada kesepakatan antar tim bersama Penyelengara waktu itu, jadi kalau ada di luar kesepakatan silahkan Penyelengara tertibkan.

Saya sarangkan, media dan tim IYL untuk berkoordinasi dengan Pihak LO nya yang terlibat selama ini, jangan hanya kerjanya membuat opini dan memprovokasi situasi, ibarat pepatah gajah di pulau seberang di kepoin tapi semut di depan mata tak terlihat

“Kami minta kepada semua pihak untuk tidak kepo juga, karena sesungguhnya kepo itu adalah wilayah penyelenggara,” tutup Risman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top