KTP Manual Dihidupkan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

KTP Manual Dihidupkan

ilustrasi

Blangko KTP Elektronik Habis

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone kembali menerbitkan KTP manual, menyusul habisnya blangko KTP elektronik (E-KTP). Namun demikian, KTP biasa ini berlaku terbatas, yakni cuma enam bulan. Selain terkendala faktor jaringan akses pengiriman data ke server Kemendagri yang kerap terganggu. Suplai blangko KTP elektronik dari Kemen-dagri juga sudah habis.

Akibatnya ada 4.000-an warga yang telah melakukan perekaman data, belum bisa me-ngantongi KTP elektronik. Sebagai solusi, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bone pun menerbitkan KTP manual yang berlaku terbatas, yakni cuma berlaku enam bulan sejak diterbitkan. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bone, Drs Andi Darmawan Paelori mengatakan KTP manual hanya diterbitkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan KTP untuk urusan yang mendesak. Selebihnya, kata dia bisa menunggu hingga blangko KTP elektronik tersedia.

“Bagi wajib KTP yang sudah melakukan perekaman dan mereka mendesak untuk digunakan, maka bisa diterbitkan KTP biasa berlaku selama enam bulan sejak tanggal penerbitan. Sedangkan wajib KTP yang tidak terlalu mendesak untuk menggunakannya, maka menunggu saja sampai dengan blangko tiba dari kementerian. Tergantung saja dari wajib KTP, kalau minta KTP biasa, maka akan diterbitkan tapi kalau mau menunggu KTP elektronik, maka direkam saja,” kata Darmawan seraya menegaskan, kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak Jumat 30 September lalu saat dihubungi RADAR BONE, Senin 3 Oktober kemarin.

Darmawan menambahkan, blangko KTP elektronik sudah habis sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri.
“Tapi perekaman tetap dilanjutkan supaya pada saat blangko sudah ada, maka langsung saja dicetak,” jelas Mantan Camat Lapri itu.
Diketahui, dari 922.334 jiwa penduduk Bone, seba-nyak 671.919 jiwa diantaranya masuk kategori wajib KTP. Kemudian dari seluruh warga yang wajib KTP tersebut, baru 513.860 diantaranya yang sudah melakukan perekaman E-KTP (Keadaan sampai 27 September).
Dengan demikian, masih tersisa 158.059 penduduk yang belum perekaman E-KTP. Sayangnya warga yang telah melakukan perekaman, belum bisa mengantongi KTP elektronik.

Mereka harus menunggu tanpa kepastian. Ini terjadi selain sistem jari-ngan pengiriman data dari pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ke server Kemendagri atau yang dikenal Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) kerap terganggu, juga suplai blangko KTP elektronik dari Kemendagri sudah habis.
Akibatnya, hingga per tanggal 29 September lalu, tercatat 4.382 warga yang sudah melakukan perekaman data, tapi KTP elektro-niknya belum tercetak.

Kendati demikian, warga tetap diimbau untuk me-lakukan perekaman data. Pemkab menargetkan akhir Desember, perekaman E-KTP rampung.

*ASKAR SYAM

To Top