Lagi, SPBU ‘Nakal’ Berulah – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Lagi, SPBU ‘Nakal’ Berulah

Pengisian BBM disalah satu SPBU di Kota Watampone. SPBU diduga sengaja membatasi pengisian BBM jenis premium.

Premium Dibatasi, Pengendara Dialihkan ke Pertalite

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Untuk kesekian kalinya, pelayanan SPBU di Bone disorot. Beberapa pengendara mengeluhkan pelayanan petugas mulai dari yang lebih mengutamakan pengisian jerigen hingga pengendara yang dibatasi membeli premiun.  Beberapa SPBU bahkan sudah menutup pelayanan premium meski jarum jam baru menunjukkan pukul 16.00 Wita. Salah satu contoh di SPBU Cabalu. Petugas di SPBU tersebut sudah tidak lagi melayani pengendara yang akan mengisi premium pada jam dimaksud (Pukul 16.00 Wita). Petugas beralasan, premium habis sehingga pengendara disarankan untuk membeli pertalite yang harganya lebih mahal dari premium.

Salah seorang pengendara Agus yang setiap harinya mengisi premium di SPBU Cabalu bahkan mempertanyakan alasan pengelola SPBU yang terlalu awal menutup pelayanan untuk pengisian premium.
Disana kalau pukul 16.00 Wita pasti tidak bisami isi bensin. Diarahkan ke pertalite yang harganya lebih mahal dibanding bensin (Premium), keluhnya.

Dia meragukan di jam tersebut, stok premium habis meng-ingat di SPBU-SPBU lainnya masih melayani pengisian premium hingga pukul 19.00 Wita. Jadi kalau cepat sekali habis, perlu dipertanyakan apakah stoknya lebih banyak dipakai yang mengisi premium melalui jerigen ataukah sengaja ditutup agar pengendara membeli pertalite. Ini harus ada kejelasan, tegas Agus.

Bukan hanya Agus yang menjadi korban pengelola SPBU nakal. Legislator DPRD Bone juga ikut merasakan buruknya pelayanan stasiun pengisian bahan bakar umum. Ketua Komisi II DPRD Bone, A Muh Idris Alang bahkan menegaskan adanya permainan di SPBU. Saya menga-lami sendiri. Jam 16.00 sudah tidak bisa lagi mengisi bensin di SPBU Cabalu dan SPBU Jalan Biru, ujarnya.
Padahal setelah dicek, stok premium lanjut Politisi Partai Golkar itu sangat mencukupi. Alasannya pembelian bensin baru dibuka pada setelah Isya (Pukul 19.00 Wita). Saya curiga ini akal-akalan petugas SPBU karena ada pengendara yang saya tanya, alasan petugas katanya bensin habis, tegasnya.

Olehnya itu, Komisi II tegas dia akan memanggil pengelola SPBU yang dimaksud untuk rapat kerja. Karena jelas ini sangat me-rugikan masyarakat dibawah. Ada beberapa aspirasi yang masuk soal buruknya pelayanan SPBU dan setelah saya kroscek langsung di lapangan, memang benar, pungkasnya.

Bahkan dirinya berencana melaporkan ulah pengelola SPBU nakal ke pihak Pertamina di Makassar.Permainan nakal pe-ngelola SPBU nyatanya bukan hanya pada pembatasan pembelian premium. Salah seorang pengendara HM Arif pernah merasakan antrian lama di SPBU Agussalim Kota Watampone, dikarenakan petugas yang lebih mengutamakan melayani pengisian BBM melalui jerigen.
Inikan tidak benar. Harusnya kebalikannya, pengendara dulu yang diutamakan. Baru dibe-lakang diisi permintaan melalui jerigen, ungkapnya.

Belum lagi lanjut dia, dugaan-dugaan permainan lainnya yang dilakukan pihak SPBU. Ini kami minta ketegasan pengawas SPBU untuk memberikan teguran kepada para pengelola dan petugas SPBU nakal yang merugikan kami pengendara, ujar mantan Anggota Komisi II DPRD Bone itu.Sementara itu, Manajer SPBU Cabalu, Kurnia berkilah jika pelayanan BBM jenis premium tidak dibatasi. Kalau memang kuotanya habis, tentu kita tidak bisa layani pengendara, ungkapnya.

Soal temuan stok premium yang mencukupi, namun petugas menutup pelayanan pengisian premium, Kurnia berkilah jika hal tersebut dikarenakan petugas sedang istirahat. Apalagi jumlah petugas pengisian BBM di SPBU Cabalu lanjut dia sangat minim.
Disana hanya ada enam petugas SPBU yang bergantian melayani pengisian BBM. Biasanya istirahat satu jam, kemudian pengisian dibuka kembali. Jadi tidak benar kalau kami membatasi pengisian BBM jenis premiun, tegas Kurnia yang menangani SPBU Ahmad Yani dan SPBU Agussalim.

*ASKAR SYAM

To Top