Lagi, Transportasi Pupuk Dianggarkan Rp5 M – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Lagi, Transportasi Pupuk Dianggarkan Rp5 M

Sejumlah anggota Kelompok Tani rela menunggu datangnya suplai pupuk di salah pengecer di Kelurahan Bulu Tempe Kecamatan Tanete Riattang Barat, saat terjadi kelangkaan pupuk beberapa waktu lalu.

Tahun Ini, realisasi Anggaran Baru Terserap 60%

PENULIS : ROSDIANA SULJA – BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kembali menganggarkan dana transportasi pupuk pada APBD 2017 sebesar Rp5 miliar. Padahal alokasi anggaran yang sama tahun ini, serapannya masih sangat rendah.

Sudah empat tahun, pemkab menganggarkan subsidi transportasi pupuk. Subsidi transportasi pupuk ini dimaksudkan untuk membantu petani mendapatkan pupuk yang terjangkau sesuai harga eceran tertinggi (HET). Penganggaran subsidi pupuk dimulai sejak 2014 sebesar Rp2 miliar. Kala itu, biaya transportasi pupuk awalnya diperuntukkan bagi tiga kecamatan, yakni Tellu Limpoe, Bontocani dan Ponre.

Khusus untuk Tellu Limpoe dan Bontocani masing-masing mendapat jatah Rp750 juta. Sedangkan Kecamatan Ponre sebanyak Rp500 juta. Dengan perincian, yakni maksimal Rp50 ribu per zak dan minimal 15 ribu untuk Kecamatan Tellu Limpoe dan kecamatan Bontocani. Sementara Kecamatan Ponre maksimal Rp40 ribu dan minimal 15 ribu perzak. Ada 31 desa yang mendapat jatah dana transportasi ini yang tersebar di tiga kecamatan tersebut.

Kemudian di tahun 2015, dana transportasi pupuk dianggarkan Rp3,5 miliar untuk 15 kecamatan. Mulai tahun ini, anggaran transportasi pupuk dinaikkan menjadi Rp5 miliar yang diperuntukkan untuk 25 kecamatan alias minus kecamatan kota, seperti Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur. Terkhusus untuk anggaran transportasi pupuk tahun 2016, serapannya tergolong rendah. Hingga memasuki Desember, realisasi serapan anggaran baru mencapai 60%. Itu artinya masih ada tersisa Rp2 miliar dana belum sampai ke kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin kepada RADAR BONE Kamis 1 Desember lalu, mengatakan masih banyaknya anggaran transportasi pupuk yang belum terserap disebabkan kelompok tani yang tidak menyetor bukti pembelian pupuk dari pengecer. “Pencairan dana transportasi itu sangat rumit, sehingga masih ada beberapa kelompok tani yang belum menyetor pertanggungjawabannya. Karena penggunaan uang itu harus betul-betul akurat datanya baru bisa dicairkan,” jelasnya.

Lanjut dia, untuk memastikan pencairan pupuk sudah tersalur ke kelompok tani,
Cabang Dinas Kecamatan (CDK) diminta menyisir kelompok tani yang sudah menerima pupuk agar menyetor bukti pembayarannya. “Supaya bisa digantikan uang transportasinya, karena tidak bisa dicairkan dana transportasi pupuk sebelum ada tanda bukti pupuknya sudah di-salurkan,” jelasnya.

Kendati dana transportasi pupuk masih menumpuk, Distan tetap mengalokasikan anggaran transportasi pupuk ke dalam APBD 2017 sebesar Rp5 miliar. “Kami anggarkan kembali dana transportasi pupuk 2017 seperti tahun sebelumnya sebesar Rp5 miliar,” kata Sunardi.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Sunardi mengatakan pihaknya akan mengkaji
format penyaluran dana tersebut. Dia mengaku sampai saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Kelompok tani sasaran dari 25 kecamatan bisa mencairkan dana transportasi ketika memperlihatkan nota pembelian pupuk,” katanya.

Dana transportasi penyaluran pupuk sebesar Rp5 miliar tetap diperuntukan 1.100 kelompok tani yang tersebar di 25 kecamatan. Diketahui kuota pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk petani Kabupaten Bone hanya mencapai 68.680 ton. “Kuota ini masih jauh dari kebutuhan petani kita. Itulah sebabnya, tadi kami menggelar rapat monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi,” katanya.

Pada kegiatan yang dihadiri para distributor dan agen pe-nyalur pupuk bersubsidi dan penyuluh, sekaligus disusun rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) pupuk 2017 mendatang.
“Kami harapkan RDKK disusun berdasarkan kebutuhan real dari kelompok tani,” imbuhnya.

 

To Top