Laskar Arung Palakka Dukung Kerajaan Gowa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Laskar Arung Palakka Dukung Kerajaan Gowa

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Belasan pemuda yang mengatasnamakan diri Laskar Arung Palakka, turun ke jalan, Kamis 15 September kemarin. Mereka mengecam tindakan pengrusakan dan pembongkaran paksa brangkas tempat penyimpanan benda pusaka milik Kerajaan Gowa.
Termasuk tempat penyimpanan mahkota Raja Sultan Hasanuddin. Laskar Arung Palakka juga tetap meng-akui A Maddusila A Idjo sebagai Raja Gowa.

Dukungan Laskar Palak-ka disampaikan dalam aksi solidaritas yang digelar di bawah Patung Palakka, Taman Bunga Watampone, Kamis 15 September kemarin.Tak hanya itu, Laskar Arung Palakka juga mengecam pengangkatan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sebagai ‘Somba ri Gowa’ yang kedudukannya sama dengan raja. Mengingat Adnan terlahir bukan dari keturunan raja.

Koordinator aksi, Muhammad Akbar menegaskan Kapolda Sulsel harus segera mengusut pelaku pengrusakan tersebut. Termasuk meminta meminta kapolda untuk menuntaskan konflik yang terjadi di Kabupaten Gowa antara dewan adat kerajaan dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami juga mengecam tindakan pemerintah Gowa atas pengrusakan fasilitas serta benda pusaka yang ada di Balla Lompoa,” ujarnya.
Termasuk mendesak peme-rintah Gowa agar tidak semena-mena menguasai serta merusak fasilitas yang ada di Balla Lompoa.
“Kami juga meminta dewan adat merevitalisasi fungsi dan peran kelembagaan adat sebagai motor penggerak sekaligus wadah partisipasi dan keswadayaan masyarakat sebagai pelaku pelestarian adat,” imbuhnya.

Terakhir, Laskar Arung Palakka tegas Akbar, mendesak pemerintah Gowa agar melak-sanakan cagar budaya pada pasal 32 ayat 1 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa, Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia, dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.

“Jadi petisi ini kita buat, semata-mata dilandasi keprihatinan mendalam atas peristiwa-peristiwa pengrusakan dan penghancuran atas pusaka bangsa yang belum, sedang diproses maupun telah digolongkan sebagai benda cagar budaya berdasarkan UU tentang cagar budaya,” kuncinya.

*ASKAR SYAM

To Top