Legislator Bone Beri Dukungan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Legislator Bone Beri Dukungan

Iring-iringan bissu saat membawa benda pusaka kerajaan Bone menuju panggung kehormatan untuk dibersihkan sekaligus dipersaksikan kepada tamu undangan. Kegiatan pembersihan sesungguhnya telah dilaksanakan pada acara Pra Mattompang yang dilaksanakan di Museum Arajangnge sehari sebelumnya.

Wacana Bone jadi Pusat Studi Budaya

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Impian Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi untuk menjadikan Kabupaten Bone sebagai pusat studi budaya Bugis, mendapat dukungan penuh dari kalangan legislator DPRD Kabupaten Bone. Ketua DPRD Bone, Drs A Akbar Yahya MM mengakui Bone memiliki segudang budaya yang patut dilestarikan. Akbar menilai tepat jika Bone dijadikan pusat studi budaya Bugis di tanah air.

Drs.A. Akbar Yahya MM

“Bone dikenal dengan tradisi budayanya yang sangat kental. Masyarakat Bugis Bone sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya daerah,” jelasnya saat ditemui RADAR BONE usai pelaksanaan acara Mattompang Arajang dalam rangka Hari Jadi Bone ke-687 di halaman rujab bupati, Rabu, 5 April kemarin.

Dukungan juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bone, HAM Amin Mangunsara. “Segala yang positif bagi daerah ini, tentu kami dukung,” ujarnya. Bone, kata Amin dikenal sebagai Suku Bugis yang memiliki kearifan lokal membanggakan.

“Di dalam Lontara sendiri, berisi nasihat–nasihat bijak sebagai penuntun orang-orang Bugis dalam mengarungi kehidupan ini. Isinya lebih cenderung pada pesan yang mengatur norma sosial, bagaimana berhubungan dengan sesama baik yang berlaku pada masyarakat setempat maupun bila orang Bugis pergi merantau di
negeri orang,” jelasnya.

Diketahui, masyarakat tradisional Bugis mengacu kepada konsep ‘pangadereng’ atau adat istiadat, berupa serangkaian norma yang terkait satu sama lain. Selain konsep Ade‘ secara umum yang terdapat di dalam konsep Pangadereng, terdapat pula bicara (norma hukum), rapang (norma keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat), wari‘ (norma yang mengatur stratifikasi masyarakat) dan sara‘ (syariat Islam).

“Budaya dan adat istiadat ini harus selalu dipertahankan sebagai, bentuk warisan dari nenek moyang orang–orang Bugis yang tentunya sarat nilai-nilai positif,” terang Amin.

Anggota DPRD Bone lainnya, Abulkhaeri juga berpendapat sama. Bahkan politisi Partai Nasdem itu mendorong agar situs-situs budaya di Bone dipelihara.

Diberitakan sebelumnya, obesesi Fahsar untuk menjadikan Bone sebagai pusat studi budaya Bugis, diungkap saat menggelar konferensi pers dalam rangka Hari Jadi Bone ke-687 di Hotel Novena, Senin, 3 April lalu.
Pada kesempatan itu, Fahsar mengungkapkan dirinya bercita-cita untuk membangun sebuah education centre yang menjadi pusat budaya Bugis di nusantara.

“Sebenarnya saya memiliki obsesi untuk membangun sebuah tempat, di mana di tempat itu nantinya akan menjadi pusat studi budaya Bugis.  Semuanya ada di situ nantinya,” ujar Fahsar bersemangat di hadapan wartawan.
Obesesi besar Fahsar tersebut kembali disampaikan saat memberikan sambutan pada pelaksanaan kegiatan Mattompang Arajang di halaman rujab, Rabu, 5 April kemarin. Fahsar berobsesi untuk menjadikan Bone sebagai pusat peradaban budaya Bugis di nusantara.

*

To Top