Legislator di Bone Turut Prihatin Kasus Penumpang Jatuh Ke Laut – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Legislator di Bone Turut Prihatin Kasus Penumpang Jatuh Ke Laut

HAM Amin Mangunsara

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Adanya sejumlah kasus penumpang kapal jatuh ke laut dalam setahun terakhir, mengundang keprihatinan kalangan dewan. Komisi I DPRD Bone akan menghadirkan pihak Syahbandar dan perusahaan pelayaran dalam rapat kerja membahas persoalan tersebut.

Sistem prosedur keselamatan penumpang kapal laut disoal menyusul jatuhnya, seorang penumpang KMP Mishima bernama Hamsir bin Ramalang (38). Penumpang asal Kajang, Bulukumba ini terjatuh ke laut saat dalam perjalanan menuju ke Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin 1 Agustus lalu sekira pukul 20.30 Wita sekira tiga jam setelah me-ninggalkan Pelabuhan Bajoe.
Sejauh ini jasad korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan. Ini bukan peris-tiwa kali pertama. Sebelumnya, sudah pernah terjadi kasus serupa pada tanggal 29 Februari lalu, seorang pemuda asal Kolaka, Sulawesi Tenggara, Muh Alfian Karamullah jatuh saat menum-pangi KMP Raja Laut.

Beruntung dia berhasil di-selamatkan oleh nelayan setelah terombang ambing di laut selama 48 jam. Warga asal Watallara Kabupaten Kolaka itu ditemukan dalam kondisi lemas oleh nelayan bernama Ummang pada Rabu, 2 Maret lalu sekira pukul 16.00 Wita.
Sebelumnya, seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Sanusi ditemukan tewas tenggelam di Pelabuhan Bajoe, Minggu 7 Februari lalu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone, HAM Amin Mangun-sara menegaskan, keselamatan penumpang harus menjadi fokus utama penyelenggara pelabuhan.
Setiap prosedur keselamatan penumpang, lanjut dia harus terus dikaji. Dengan mengecek secara kontinyu kondisi kapal yang akan berlayar.
“Bahkan kalau perlu pembatas pengaman di kapal dibuat lebih tinggi. Karena apa, ketika pagar pembatas kapal terlalu rendah, saat kapal oleng, penumpang rentan terjatuh ke laut. Mungkin kasus penumpang jatuh baru-baru ini disebabkan karena itu tadi, pagar pembatas kapal terlalu rendah,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, selain mengecek peralatan dan fasilitas keselamatan penumpang, pihak pemilik kapal juga harus memastikan keamanan penumpang di atas kapal. Minimal, kata dia ada petugas yang menjaga titik-titik rawan di atas kapal, seperti pagar pembatas di atas kapal.
Olehnya itu tegas Amin, hal tersebut akan menjadi bahan DPRD Bone untuk mempertanyakan ke Syahbandar selaku penggungjawab pelabuhan dan perusahaan kapal. “Insya Allah, kita akan pertanyakan itu melalui rapat kerja dengan meng-undang pihak Syahbandar dan perusahaan kapal untuk menjelaskan ini. Termasuk kepastian penyebab penumpang tersebut jatuh ke laut,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi I lainnya, HA Suedi SH, MH mempertanyakan sistem kese-lamatan penumpang transportasi laut, khususnya yang boperasi di jalur pelabuhan Bajoe-Kolaka.
Menurut dia perlu ada perbaikan sistem keselamatan penum-pang kepada perusahaan kapal feri. Di samping pembinaan teknis kepada calon penumpang kapal juga ditingkatkan.

“Terakhir yang saya baca di media, penumpang yang jatuh ke laut katanya baru habis dari toilet. Kalau itu benar, saya meminta pihak berwenang melakukan penyelidikan. Kapal yang tidak memenuhi standar keselamatan penumpang, jangan diberikan lagi izin untuk berlayar,” tegasnya.
Dengan memperketat pengamanan sistem keselamatan penumpang, diharapkan kejadian serupa tidak berulang terjadi. “Ini mesti mendapat perhatian dari pihak yang berwenang karena sudah berulang terjadi,” tuturnya.
Staf Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III (Syahbandar) Bajoe, Anwar Sanusi mengatakan terkait penumpang yang jatuh dari KMP Mishima tersebut diduga upaya bunuh diri dengan meloncat ke laut.

“Sesuai dengan berita acara dari pihak kapal ditandatangani keluarga korban yang ditemani menyeberang. Disebutkan, kalau korban itu loncat sendiri. Makanya tidak ada tuntutan kepada pihak kapal, tidak bisa diberikan sanksi, karena diduga korban sendiri yang loncat. Kemungkinan dia stres, sehingga loncat pada saat berada di tengah laut,” jelas Sanusi kepada RADAR BONE, Kamis 4 Agustus kemarin.

Terkait sistem keselamatan penumpang ke depan, kata Sanusi tetap berjalan sesuai dengan SOP yang ada. “Penumpang selalu disampaikan agar menjaga masing-masing keselamatannya dengan tidak berada di pinggir kapal saat tengah perjalanan agar bisa sampai masing-masing ke tujuannya,” tutur Sanusi.
Terkait jasad korban, lanjut Sanusi, hingga Kamis 4 Agustus kemarin belum ditemukan dan aktivitas pencarian tetap dilakukan.

*ASKAR SYAM

To Top