Lokasi Pembangunan Puskesmas Dua Boccoe Bermasalah. Ini Faktanya! – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Lokasi Pembangunan Puskesmas Dua Boccoe Bermasalah. Ini Faktanya!

Lahan di eks Pasar Uloe Kecamatan Dua Boccoe yang rencananya akan dibangun puskesmas rawat inap

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE— Wacana pembangunan puskesmas rawat inap di Kecamatan Dua Boccoe terancam batal. Pasalnya, lahan pembangunan puskesmas yang disiapkan Pemerintah Desa Uloe, nyatanya tanpa sepengetahuan ahli waris.

Pembangunan Puskesmas rawat inap di lahan bekas Pasar Uloe Kecamatan Dua Boccoe ditolak ahli waris dan warga setempat. Mereka juga memprotes tindakan sepihak Pemerintah Desa Uloe, yang menyerahkan lahan tersebut untuk pembangunan puskesmas.

Yusran salah satu cucu pemilik tanah Eks Pasar Uloe mengaku menolak pembangunan Puskesmas ditempatkan di Eks PasaR itu. Ia mengatakan, tanah itu dihibahkan oleh kakeknya bukan untuk pembangunan Puskesmas melainkan untuk pasar. “Makanya, untuk mengantisipasi terjadinya pembongkaran dari petugas, kami disini mulai jaga-jaga di lokasi,” ujarnya.

Lahan tersebut kata Yusran, merupakan milik La Sau, kakeknya. Luas lahan tersebut mencapai 100 x 50 Meter. Ia mengaku, kakeknya menghibahkan pasar itu, untuk pembangunan pasar Uloe. Setelah pasar dipindahkan ke Kelurahan Unyi, akhirnya lokasi ini tidak ada lagi aktivitas apa-apa hingga ditempati oleh warga dan sebagian lahan lainnya, dijadikan TK.

“Kami sayangkan tiba-tiba pemerintah desa menyerahkan tanah tersebut ke pemerintah daerah untuk dibangun Puskesmas, makanya kami tolak, apalagi di Uloe sudah ada Puskesmas tersendiri,” katanya.
Ahli waris kata Yusran tidak pernah mempersoalkan hibah ini sepanjang untuk pasar, namun kalau ditempati membangun Puskemas, tentu pihaknya tidak menerima. “Dan secara hukum pun, bentuk hibah yang telah diberikan juga gugur, karena pemanfaatan lahan tidak lagi dalam bentuk pasar,” tegasnya.

Diketahui, pemerintah desa setempat menyiapkan lahan di eks Pasar Uloe untuk pembangunan puskesmas rawat inap.
Ironisnya, lahan yang disiapkan pemerintah desa tersebut tanpa seizin ahli waris.

Tokoh masyarakat setempat yang juga Anggota Komisi III DPRD Bone, H Ramlan mengaku, lahan di eks pasar uloe itu milik keluarga besar H Anis.
Lahan tersebut lanjut dia, dihibahkan untuk pembangunan pasar. Setelah pasar uloe dipindahkan ke Kelurahan Unyi, lahan tersebut kini dilirik pemerintah sebagai lokasi strategis pembangunan puskesmas rawat inap.

“Masalahnya ahli waris disini bersama masyarakat setempat menolak. Mereka menolak bangunan di pasar lama ini dirobohkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, harusnya pemerintah desa setempat membicarakan terlebih dahulu ke ahli waris sehingga tidak ada permasalahan yang timbul dikemudian hari.

Sebelumnya anggota Komisi IV DPRD Bone, Syamsul Bahri membenarkan jika puskesmas rawat inap di Dua Boccoe akan dibangun di lahan bekas pasar Uloe.Puskesmas Dua Boccoe kata dia, mendapat suntikan anggaran Rp2 miliar.

Hanya saja kata Syamsul Bahri masih ada kendala yang harus segera diselesaikan. Salah satunya adanya lahan di klaim kepemilikannya oleh warga dan itu dibuktikan dengan adanya sertifikat.
“Ini yang harus kita bahas bersama. Karena pemerintah pusat tidak akan mengucurkan dananya, ketika masalah lahan ini tidak selesai,” tukasnya.

Sementara Dinas Kesehatan mengaku pembangunan puskesmas rawat inap di Kecamatan Dua Boccoe ditempatkan di eks Pasar Uloe.
Kepala Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, H Rustan mengaku, lokasi pembangunan puskesmas itu adalah hasil kesepakatan pemerintah setempat dengan ahli waris untuk tetap lanjut.
“Lokasi pembangunan pasar sebenarnya bisa dipindahkan ke lahan yang lain jika saja dalam tiga hari setelah pertemuan di kantor desa tidak ada kesepakatan dari pemilik tanah tapi berdasarkan informasi yang didapat dari kepala desa bahwa pemilik sepakat untuk pembangunan puskesmas,” pungkasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top