Lulusan SMP/MTs di Bone Terancam Putus Sekolah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Lulusan SMP/MTs di Bone Terancam Putus Sekolah

Para siswa baru yang mendaftar melalui jalur akademik di SMAN 2 Watampone sedang diverifikasi berkasnya oleh panitia.

Daya Tampung SMA Hanya 11.900 Siswa

PENULIS : AGUSTAPA

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Adanya pembatasan daya tampung kelas setiap sekolah pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Kabupaten Bone bakal memberikan ancaman lulusan SMP/MTs tahun ini.

Betapa tidak, jumlah lulusan SMP/MTs tahun ini lebih besar dari pada jumlah lulusan SMA/SMK/MA.
Berdasarkan dengan data jumlah lulusan SMP/MTs tahun ini berjumlah 12.931 orang, sedangkan SMA/SMK/MA hanya 9.000 lebih siswa.

Ketua MKKS SMA Kabupaten Bone Muhammad Yunus, S.Pd mengaku sejumlah lulusan SMP/MTs tahun ini terancam putus sekolah. Pasalnya, regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel diharuskan 35 siswa setiap kelasnya. “Adanya pembatasan daya tampung setiap kelas, mau tidak mau sekolah negeri harus menolak siswa baru,” katanya.

Muhammad Yunus mencontohkan sekolah yang dipimpinnya. SMAN 1 Ponre merupakan sekolah baru beroperasi di Bone, akan tetapi jumlah pendaftarnya tahun ini telah melebihi kuota yang diberikan. “Tahun ini ada sekitar 8 siswa baru yang akan kami tolak,” katanya.

Jika siswa ini ditolak kata Muhammad Yunus, tentu bisa menimbulkan kegelisan bagi orangtua siswa, karena dimana lagi mereka mau melanjutkan pendidikannya. “Bahkan komite saya melarang kami untuk menolak siswa tersebut. Bahkan komite akan memperjuangkan siswa tersebut,” katanya.

Hal yang sama dialami oleh SMAN 1 Ulaweng. Hampir 400 siswa yang mendaftar di SMAN 1 Ulaweng, 85 orang diantaranya terancam ditolak karena daya tampung kelas dibatasi. “Bukan cuma SMAN 1 Ulaweng yang mengalami hal seperti ini, namun mayoritas sekolah di kecamatan mengalami hal yang sama,” paparnya.

Disisi lain, Kepala SMAN 4 Watampone Drs. Andi. Abd. Gaffar mengatakan meski sekolahnya belum bisa mendeteksi berapa siswa yang akan ditolak, namun dirinya mengharapkan agar pemerintah segera mencari solusi mengenai persoalan ini. “Kalau perlu persoalan ini disikapi oleh bupati. Pimpinan harus berkoordinasi dengan pimpinan, karena biar bagaimanapun SMA/SMK berada di wilayah Kabupaten Bone,” paparnya.

Berdasarkan dengan data yang diperoleh di UPT Pendidikan Wilayah Bone Disdik Provinsi, daya tampung SMA/SMK/MA di Bone hanya mencapai 11.900 siswa. Itu terdiri dari, 10.605 siswa untuk sekolah negeri atau 303 kelas, 1.295 siswa untuk sekolah swasta atau 37 kelas.

*

Click to comment
To Top