Lurah Tolak Jatah Raskin – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Lurah Tolak Jatah Raskin

Kualitas Beras Buruk

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Kualitas beras miskin (Raskin) yang disalurkan Bulog sungguh memprihatinkan. Selain butir beras hancur dan berwarna kuning, juga bercampur pasir. Pemerintah Kelurahan pun mengembalikan jatah raskin tersebut kepada Bulog.  Pembagian raskin kepada warga Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat untuk bulan September-Oktober tertunda, menyusul buruknya kualitas raskin yang disalurkan Bulog ke kelurahan tersebut.

Sebuah truk yang mengangkut jatah raskin warga Kelurahan Macanang, Senin, 10 Oktober lalu tidak jadi membongkar muatan yang berisi 496 karung raskin. Pasalnya saat diperiksa, beras yang dimuat ternyata sudah hancur dan berwarna kuning.
Tak hanya itu, beras juga bercampur pasir. Tak pelak, Lurah Macanang, A Hendra meminta jatah raskin untuk diwarganya diganti, karena dinilai tak layak konsumsi.

“Saya periksa memang satu persatu sebelum disalurkan ke masyarakat. Beras yang dibawa tidak layak dikonsumsi menurut saya, sehingga saya kembalikan untuk digantikan yang lebih bagus. Kasihan masyarakat, mereka membeli beras bantuan kemudian tidak layak juga dikonsumsi, padahal mereka juga beli,” tutur Hendra.

Protes serupa disampaikan Lurah Watampone, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Nuryadin Muhammadin.
Untuk membuktikan rendah-nya kualitas raskin yang diterima pun dibawa ke pedagang beras di bilangan Jl Husaen Jeddawi.Hasilnya, pedagang beras cuma mampu membeli seharga 5.500 per kilogram.
Demikian pula saat diperlihatkan kepada pedagang besar di Pasar Sentral Palakka. Seorang pedagang bernama Hj Nadira pun tak berminat membeli raskin yang diperlihatkan.

“Saya tidak beli beras seperti ini. Saya sering ditawari beras seperti ini oleh penerima raskin, karena penerima raskin mau beli beras yang lain, karena tidak mau konsumsi beras yang begini. Tapi kami tidak beli beras seperti ini, karena kurang laris,” ujar Hj Nadira seraya meng-amati raskin yang diperlihatkan Lurah Watampone itu.

Nuryadin menambahkan, jika kualitas beras kurang bagus, maka tentu harganya murah. Dia sangat menyayangkan buruknya kualitas raskin yang disalurkan Bulog. Padahal menurut dia dana yang disiapkan negara membeli beras miskin tersebut cukup besar. “Kalau begitu semua beras yang disalurkan kepada warga kurang mampu kira-kira berapa kerugian negara, makanya ini kami pertanyakan,” jelasnya.

Kepala Kantor Seksi Logistik Cabang Bone, Amir Sube yang dikonfirmasi terkait buruknya kualitas raskin yang dibagikan ke Kelurahan Macanang dan Watampone, menyatakan siap mengganti dengan beras yang lain.
“Kalau memang ada beras yang tidak layak konsumsi bisa dikembalikan. Kami siap menggantikan yang lebih bagus sesuai dengan standar beras medium,” katanya.

Amir mengakui, bahwa beras yang dibeli dari pengusaha harganya Rp7.300 per kilogram. Sesuai ketentuan, kata dia dalam pembelian beras dari pengusaha, beras yang rusak maksimal 20% dari total beras yang dibeli. “Jika ada beras lebih dari 20% broken itu ditolak. Kami membeli beras sesuai dengan standar beras medium,” jelasnya.

*ASKAR SYAM

To Top