Maba Di STAIN Watampone Pakai ‘Songkok Recca’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Maba Di STAIN Watampone Pakai ‘Songkok Recca’

Ribuan mahasiswa STAIN Watampone mengikuti orientasi pengenalan akademik, Kamis 25 Agustus 2016.

Opak Diikuti 1.580 Mahasiswa

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Sebanyak 1.580 mahasiswa baru (Maba) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone, Kabupaten Bone Sulsel, mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK), Kamis 25 Agustus kemarin.
Sesuai jadwal, OPAK STAIN Watampone bakal berlangsung selama tiga hari, dari 25 sampai 27 Agustus mendatang.

Ada yang unik dari pelaksanaan opak tersebut. Dimana mahasiswa laki-laki,mengenakan Songkok Recca khas Bone.
Tak hanya mahasiswa, para petinggi, dosen dan staf di STAIN Watampone, juga ikut mengenakan songkok recca.
Ketua panitia opak, Dr Muh Zuhri Dije mengatakan, panitia sengaja mewajibkan mahasiswa baru memakai songkok recca.
“Tujuannya, untuk mengenalkan ke mahasiswa pentingnya mencintai budaya dan kearifan lokal Kabupaten Bone yang terkenal dengan adat istiadatnya,” ungkapnya kepada RADAR BONE usai pembukaan OPAK.

Zuhri juga menyebutkan jumlah mahasiswa baru yang terdaftar di STAIN Watampone sebanyak 1.605 mahasiswa.
“Dari 4.000-an pendaftar kita hanya jaring 1.605 mahasiswa. Itu sesuai dengan kuota yang kita siapkan dengan mempertimbangkan kapasitas ruang perkuliahan,” jelasnya.
Ketua Dema STAIN Watampone, Fahri selaku steering commite menambahkan, ada berbabagai materi yang diberika kepada mahasiswa selama pelaksanaan OPAK. “Mulai dari pengenalan akademik dan kemahasiswaan, perkuliahan dan organisasi-organisasi kemahasiswaan yang ada di STAIN,” jelasnya.

Fahri menegaskan, OPAK wajib diikuti oleh setiap mahasiswa baru atau mahasiswa lama yang belum mengikuti.
“OPAK berfungsi mendidik, membimbing dan mengarahkan peserta untuk mengenali dan memahami pendidikan di STAIN Watampone,” terangnya.
Disamping tujuan lainnya menurut Fahri, salah satunya, pengembangan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap pendidikan di STAIN Watampone, pengembangan kemampuan intelektual, emosional dan spiritual.
“Termasuk memupuk semangat solidaritas dan toleransi di antara civitas akademika serta penumbuhkembangan rasa memiliki dan tanggung jawab akademis terhadap pilihan disiplin ilmu,” kuncinya.

*ASKAR SYAM

To Top