Madu Bontocani, Solusi Cantik dan Tahan Lama di Ranjang – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Madu Bontocani, Solusi Cantik dan Tahan Lama di Ranjang

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN
WATAMPONE, RB– Madu asli yang berasal dari pegunungan bagian paling selatan Kabupaten Bone, Sulsel tepatnya di Dusun Kanrung, Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani,  Sulsel dipercaya warga setempat dapat menambah stamina, vitalitas dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Madu dari sarang lebah tersebut didapatkan warga di hutan tak jauh dari kediaman mereka.

Seorang warga Dusun Kanrung, Desa Mattirowalie, Kecamatan Bontocani, Ali menuturkan kepada RADAR BONE, bahwa ada jenis madu yang berwarna putih kental terbilang langka dapat dijadikan obat. Namun madu tersebut sulit untuk didapatkan karena hanya ada pada musim kemarau yang berkepanjangan.

“Sebenarnya madu paling asli itu ketika tidak pernah terkena air hujan. Warnanya putih kental, kalau itu  bisa dijadikan obat dan menambah stamina. Ada juga orang menjadikan  obat kuat,” katanya.

Dia menambahkan, ada dua kategori madu asli asal desanya yiakni warna putih dan kuning keemasan. Kalau kuning keemasan itu merupakan madu asli namun kelas dua di kalangan masyarakat setempat.

“Yang biasa dijual orang warna kuning keemasan itu asli juga. Kalau yang warna putih jarang sekali di dapat,” katanya.

Selain itu, madu warna putih tersebut dapat dijadikan sebagai masker di wajah khususnya pada wanita karena dapat menghilangkan jerawat dan menghaluskan wajah.

“Banyak kegunaannya. Makanya hanya orang beruntung bisa mendapatkan,” terangnya.

Untuk mendapatkan madu warna putih terbilang sulit apalagi penduduk dari luar desa. Pasalnya, warga setempat tidak akan mau menjual jika menemukan madu warnah putih mirip susu itu.

“Kalau ada yang dapat paling digunakan sendiri. Untuk dijual tidak, karena madu seperti itu paling satu gelas. Memang cukup untuk dijadikan obat,”terangnya.

Madu asli Dusun Kanrung terbilang  laris dipasaran. Pasalnya kualitas dan keasliannya terjamin.

“Untuk membuktikan madu asli atau tidak, cuKup gunakan korek kayu. Jika madu sudah dicampur dengan air dan gula merah, korek tidak dapat menyalah ketika dicelupkan ke madu sebelum dinyalahkan,”jelasnya.

Pengambilan madu dari sarang lebah di Dusun Kanrung tak jauh berbeda dengan daerah lain.

Yakni dengan menggunakan asap  yang berfungsi mengusir lebah. Setelah lebah meninggalkan sarangnya barulah warga memanjat kemudian mengambil sarang serta madunya.

“Sarang dan tempat madunya berbeda. Tempat madu diperas kemudian ditapis.  Sementara bekas perasan masih diambil untuk dijadikan lem jika ada perabot rumah tangga bocor atau pecah,” tutupnya.

Kepala Desa Mattirowalie, Sri Rahayu Irwandi juga mengakui jika madu asli di sana kerap dijadikan sebagai bahan masker wajah.

“Satu sendok madu dijadikan masker setiap sehari maka wajah akan kelihatan cerah,”katanya.

Dia pun mengaku menjadikan madu asli dari desanya tersebut sebagai bahan untuk mempercantik diri agar selalu kelihatan awet muda.

“Selama ini memang saya gunakan setiap hari,” terangnya.

Seorang pria yang kerap menjadikan madu asal Dusun Kanrung sebagai penambah stamina, Ahmadong menuturkan, kasiat madu asli di sana sulit didapatkan di tempat lain.

“Sudah puluhan jenis madu dari daerah lain saya pernah coba dan memang di sini paling bagus. Madu asli yang warna kuning keemasan tidak pernah dikerumuni semut. Bahkan terkadang semut mati kalau disiram madu,” katanya.

Namun, Ahmadong mengaku sulit mendapat madu dalam jumlah banyak karena tidak dikelolah dengan baik.

“Madu di sana tidak diperjual belikan seperti di daerah lain. Hanya sebagian penduduk menjual dan itu jumlahnya sedikit. Bahkan kalau hanya untuk diminum terkadang warga memberi secara cuma-cuma,” tambah, Ahmadong.

*ASKAR SYAM

To Top