Magnet NH, Pentolan Demokrat Hingga Purnawirawan Jenderal Gabung Golkar – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Magnet NH, Pentolan Demokrat Hingga Purnawirawan Jenderal Gabung Golkar

RADARBONE.CO.ID_Makassar — Sepeninggal Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang hijrah ke NasDem, gerbong Golkar Sulsel malah semakin besar dan tangguh. Di bawah komando Nurdin Halid (NH), tokoh-tokoh berpengaruh berbondong-bondong menyatakan diri ingin berjuang bersama partai berlambang beringin. Mulai dari pentolan Demokrat hingga purnawirawan jenderal kini bergabung bersama Golkar.

Teranyar, ada tiga tokoh Sulsel yang masuk Golkar. Mereka adalah mantan Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Sulsel, Syamsul Alam serta dua pensiunan Polri, AKP (purnawirawan) Abdullah Gassing dan Irjen Pol (purnawirawan) Burhanuddin Andi. Peresmian bergabungnya Syamsul Alam dkk dilakukan pada Workshop dan Orientasi Fungsionaris Golkar Sulsel di Hotel Singgasana, Rabu (2/5).

Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Abdillah Natsir, mengungkapkan semakin banyaknya tokoh berpengaruh yang bergabung ke partainya memang tidak lepas atas ketokohan NH. Ketua Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar itu memiliki daya tarik yang cukup kuat sehingga banyak tokoh maupun masyarakat yang kini menaruh simpati atas perjuangan Golkar. Itu tentunya menjadi modal berharga bagi Golkar ke depan.

“Ketokohan Pak NH memang sangat kuat, buktinya sejak kepemimpinan beliau semakin banyak tokoh yang ingin bergabung, begitu pula dengan masyarakat semakin simpati dan ingin berjuang bersama Golkar,” kata Abdillah, Rabu (2/5).

Syamsul Alam dkk bukanlah yang pertama bergabung ke Golkar di bawah nakhoda NH. Sebelum itu, sudah banyak public figure lain yang lebih dulu bergabung. Yang menarik, tidak sedikit dari mereka dulunya pentolan Demokrat. Di antaranya yakni mantan Sekretaris Demokrat Sulsel yang juga Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Ketua Divisi Hukum sekaligus Sekretaris Badan Pengawas Demokrat Sulsel, Aliyas Ismail.

Syamsul Alam sendiri membenarkan dirinya bergabung ke Golkar karena ketokohan NH. Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia itulah yang menjadi magnet baginya untuk kembali berseragam kuning-warna kebesaran Golkar. Syamsul Alam diketahui dulunya memang kader Golkar, tapi pindah ke Demokrat. Setelah NH ditunjuk memimpin Golkar Sulsel, ia pun memutuskan untuk kembali ke Golkar.

Syamsul Alam mengakui dengan bergabung bersama Golkar, dirinya akan lebih leluasan untuk memenangkan NH yang maju pada Pilgub Sulsel 2018 bersama Aziz Qahhar Mudzakkar. Diketahui, partai lama Syamsul Alam mendukung kandidat lain yakni Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar. “Saya masuk (Golkar) juga karena ingin memenangkan NH-Aziz,” tegasnya.

Syamsul Alam mengakui keputusan besarnya meninggalkan Demokrat dan bergerak bersama NH-Aziz atas dasar ideologis. Bersama pasangan nomor urut satu, ia percaya kesejahteraan masyarakat yang selama ini diperjuangkan dapat tercapai. Mantan Penjabat Bupati Selayar ini juga kagum atas komitmen pengabdian NH-Aziz.

Di mata Syamsul Alam, hanya NH-Aziz yang memiliki niat tulus dan komitmen membangun Sulsel lebih sejahtera dan berkeadilan. Itu sudah ditunjukkan tatkala duet tokoh nasional tersebut rela turun kasta demi membangun kampung dan menata kota. Mereka tidak silau dengan kekuasaan dan kekayaan di pusat.

“Melihat niatnya tulus mau kembali ke kampung kita terharu. Makanya, saya dari pimpinan Demokrat Sulsel mau bergabung karena melihat ketulusannya ingin membangun daerah ini,” pungkasnya. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top