Majelis Hakim Dinilai Lalai – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Majelis Hakim Dinilai Lalai

Penyidik Polres Bone saat melakukan rekonstruksi kasus penikaman di ruang sidang PN Watampone pasca kejadian, Selasa 17 Januari lalu.

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Kasus penikaman yang terjadi di ruang sidang Pengadilan Negeri Watampone terus menuai kecaman. Majelis hakim dinilai sebagai pihak paling bertanggungjawab dalam insiden yang mencoreng lembaga peradilan tersebut. Sejatinya ruang sidang di pengadilan, merupakan area steril dan paling aman. Namun faktanya, ruang sidang di PN Watampone justru gampang disusupi benda-benda berbahaya.

Salah satunya adalah benda tajam yang berhasil dibawa saksi korban saat persidangan kasus pembunuhan ibu dan anak di PN Watampone, Selasa 17 Januari lalu sekira pukul 10.30 Wita. Saksi bernama Syahrul yang tak lain adalah suami sekaligus ayah korban pembunuhan ibu dan anak di Libureng, 21 Oktober 2016 lalu.

Pengacara kondang, Nasiruddin Pasigai, SH, MH mengatakan terjadi-nya aksi penikaman di ruang sidang itu merupakan salah satu kelalaian dari majelis hakim yang memimpin jalannya persidangan.
Lawyer yang tergabung di Nasiruddin Pasigai SH MH and Parnerts ini menjelaskan dalam proses persidangan di PN, majelis hakim memiliki kekuasaaan penuh, sehingga sebelum persidangan dibuka secara umum dan terbuka untuk umum, majelis hakim memiliki kewenangan untuk mengingatkan dan meminta kepada seluruh peserta sidang agar tidak membawa senjata tajam.

“Bahkan ketika mejelis hakim mencurigai adanya peserta sidang yang membawa senjata tajam, bisa saja ia memerintahkan kepada petugas keamanan untuk melakukan pemeriksaan kepada semua peserta sidang. Termasuk juga polisi, bisa saja dilarang memasukan senjata api di dalam persidangan kecuali diberi izin oleh majelis hakim,”jelasnya saat dihubungi RADAR BONE, Rabu 18 Januari kemarin.

Advokat yang beralamat di Jl Merpati Makassar I ini mengatakan kejadian penikaman di dalam persidangan merupakan kejadian langka. Karenanya, kasus tersebut, sambung dia menjadi menjadi pelajaran yang mahal bagi Pengadilan Negeri Watampone sebelum memulai persidangan. “Majelis hakim harus mengingatkan kepada seluruh peserta sidang mematuhi tata tertib di dalam persidangan, sehingga keselamatan para penyelenggara sidang mulai dari hakim, pengacara, jaksa penuntut umum, saksi, terdakwa dan penonton yang menghadiri acara sidang bisa terjamin keselamatannya,” paparnya.

Pengamat Hukum Prof Dr A Nuzul SH, MH menilai penikaman yang terjadi di ruang sidang PN Watampone bukan cuma kelalaian majelis hakim. Melainkan juga kesalahan pihak pengamanan. “Seharusnya sebelum proses persidangan berjalan, pihak keamanan sudah mensterilkan ruang sidang. Bahkan kalau perlu, ia melakukan pemeriksaan kepada semua peserta sidang, apalagi ini menyangkut kasus pembunuhan,” katanya.

Kasus pembunuhan berpotensi menimbulkan kericuhan karena ada potensi dendam di dalamnya.
Kejadian ini, tegas Nuzul harus menjadi pembelajaran bagi pihak pengamanan.
Makanya ke depan, sambung Nuzul sebelum persidangan dimulai sebaiknya pihak keamanan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam persidangan.

“Karena kapan hal ini tidak menjadi perhatian, maka secara otomatis hal seperti itu bisa kembali terulang,” imbuhnya. Ketua Majelis Hakim, Andi Juniman Konggoasa SH MH yang ditemui RADAR BONE pasca kejadian mengatakan, pihaknya sudah berupaya menata keamanan di ruang sidang.
Bahkan tiap sudut di tempatkan petugas dari kepolisian. Namun tidak ada yang menyangka pelaku membawa senjata tajam ke ruang sidang.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kabag Ops Polres Bone karena ini menyangkut kelalaian dari pengamanan. Membawa senjata tajam ke ruang sidang membahayakan bagi semua termasuk hakim, jaksa, kuasa hukum, dan pengunjung,” katanya.
Juniman menegaskan pihaknya menerapkan sistem pengamanan sesuai dengan standar yang berlaku.
“Kami sudah lakukan pengamanan ketat. Hanya saja tidak berhasil dicegah pelaku bawa badik masuk ke ruang sidang,” tambahnya.

To Top