Mangkrak Dibengkel, Bus Milik Pemkab Diderek Paksa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mangkrak Dibengkel, Bus Milik Pemkab Diderek Paksa

RADARBONE.CO.ID–Pemerintah Kabupaten Bone melalui Bagian Umum akhirnya menarik sebuah bus milik daerah yang mangkrak di bengkel. Bus merek Mercy ini ditarik menggunakan truk pengangkut material

Upaya penarikan bus milik pemkab dilakukan dua hari. Awalnya, Satpol PP menurunkan mobil dalmas untuk menarik bus tersebut dari salah satu bengkel di Jl MH Haryono, Rabu, 12 September lalu sekira pukul 09.00 Wita.

Namun upaya ini gagal. Rantai besi yang digunakan untuk menarik bus terputus. Keesokan harinya, tepatnya Kamis, 13 September kemarin, Bagian Umum Setda Bone menggunakan jasa supir truk pengangkut material. Sebuah truk lengkap dengan muatan material tanah di atasnya berhasil menarik bus yang sudah berbalut debu itu keluar dari bengkel.

Kepala Bagian Umum Setda Bone Bone Drs H Rusli Saleh mengatakan pihaknya mengeluarkan bus dari bengkel milik Sun tersebut karena pemilik bengkel yang meminta.

“Kemarin kami mau tarik bus itu dari bengkel karena ada telepon dari pemilik bengkel. Katanya mau dibangun bengkelnya, tapi sudah kami coba kemarin tarik ternyata terkunci leher. Makanya saya belikan kunci. Ganti kuncinya, lalu kami turunkan anggota untuk menarik bus itu ke halaman kantor bupati,” jelas Rusli.

Rusli juga menampik soal mesin bus diduga disendera salah satu pemilik bengkel di Taccipi.

“Soal tahan mesin tidak ada itu. Mesinnya ada di situ ikut sama mobil. Cuma karena ada masalah pada mesinnya makanya tidak bisa jalan dan ditarik dari Taccipi ke bengkel di Jl MT Haryono,” jelas Rusli.

Lebih jauh Rusli menceritakan, awalnya bus itu dikendarai ke Taccipi. Tapi karena mogok di sana, sehingga bus pun dibawa ke bengkel terdekat.

“Jadi dulu itu mobil dipakai ke Taccipi, dan mogok disana. Makanya kami bawa ke bengkel, namun karena bengkel di Taccipi tidak bisa menangani, lalu kami tarik ke bengkel di MT Haryono itu. Semula pihak bengkel katanya siap perbaiki, namun ternyata pihak bengkel tidak bisa juga kerjakan, makanya tinggal begitu saja. Soal mesin ditahan tidak ada itu,” tegas Rusli.

Ditambahkan Rusli, tak ada bengkel yang bisa menangani bus tersebut karena suku cadangnya yang sulit diperoleh.

“Sebenarnya masalahnya itu ada di bagian mesin sedikit, tapi tidak ada dijual disini, makanya kami pesankan di Jakarta tapi sampai saat ini belum datang, sayangnya mobil tersebut tidak ada yang bisa perbaiki di Bone, karena alatnya yang terbatas,” jelas Rusli.

Rusli pun mengusulkan agar bus tersebut dilelang saja. Selain sudah tua, onderdilnya juga sulit didapatkan.

“Kalau soal lelang bukan kewenangan saya, tapi bagusnya itu mobil dilelang saja karena sudah tua. Selain itu juga alatnya susah dicari, tapi sayangnya mungkin harganya murah, itu cuma saran saya saja, ” kunci dia.

Penjelasan berbeda disampaikan pemilik bengkel sebelumnya. Pemilik Bengkel Sun mengakui bus milik Pemkab Bone Mobil bus bernomor polisi DD 7023 W tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesin.

Awalnya, bus itu kata dia, hendak dikerja pada salah satu bengkel mobil di Taccipi, Kecamatan Ulaweng. Namun karena biayanya tinggi dan dana pemkab tidak ada maka bus tersebut dipindahkan kebengkel miliknya yang terletak di Jl MT Haryono.

“Sebenarnya kasihan juga liat mobil ini dibiarkan begitu saja oleh pemda. Awalnya mobil ini dibawa ke sebuah bengkel di Taccipi namun karena dananya tidak ada maka pihak bengkel yang ada disana tidak memperbaikinya,” ungkap Sun. Jumat, 7 September lalu.

Diakui Sun, pihak bengkel di Taccipi sudah membongkar mesin bus tersebut, sehingga ia pun meminta ongkos kerja sebesar Rp3 juta.

“Kalau mesinnya tidak ada di sini, hanya badan mobilnya yang ada karena pihak bengkel menahan mesinnya karena terlanjur dibongkar disana nanti mesin dilepas setelah pihak pemda menebus ongkos kerja, baru dikasi mesinnya,” beber Sun.

Ditambahkan Sun, sudah sekira 2 tahun bus tersebut berada di bengkel miliknya.
Karena bus sudah disimpan cukup lama di bengkelnya dan memakan tempat, sehingga mengganggu aktivitasnya, maka Sun pun akan meminta biaya parkir jika pemda hendak mengambil bus tersebut.

Menurut Sun, yang menyebabkan bus tersebut tak kunjung diperbaiki karena tidak ada ongkos kerja yang diberikan.

“Kendala sebenarnya mobil ini tidak dikerja karena tidak ada biaya yang dikeluarkan pemda untuk biaya perbaikan, kami pun tidak mau memperbaiki tanpa ada dana,” beber dia.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top