Mantan Camat Bontocani Tolak Hadiri Pelantikan. Katanya Tidak Sesuai Putusan PTUN – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mantan Camat Bontocani Tolak Hadiri Pelantikan. Katanya Tidak Sesuai Putusan PTUN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Jika pejabat lain antusias untuk dikukuhkan di posisi yang baru. Hal ini tak berlaku bagi mantan Camat Bontocani, A Hidayat Pananrangi. Mantan camat di era kepemimpinan HAM Idris Galigo ini menolak menghadiri undangan pelantikan yang ditujukan kepada dirinya pada Senin, 7 Agustus lalu.

Sedianya, Hidayat akan dikukuhkan bersama 241 pejabat lain hari itu. Hidayat akan dilantik menjadi Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran. Namun dia menolak hadir dengan alasan pelantikan tersebut tidak sesuai mekanisme.

Hidayat yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu, 9 Agustus lalu mengatakan undangan pelantikan yang ditujukan kepadanya bukan pelantikan pelaksanaan putusan PTUN Makassar Nomor 83/G/2013/PTUN.Mks tanggal 13 Februari 2014, dikuatkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi TUN Makassar tanggal 15 Agustus 2014, dan putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung RI dalam rapat permusyarawatan Mahkamah Agung pada Kamis, 19 Maret 2015.

Dijelaskan Hidayat sebagaimana yang diterangkan dalam surat permohonan pelaksanaan putusan pengadilan yang ditujukan ke PTUN Makassar, disebutkan amar putusan PTUN Makassar salah satunya adalah mewajibkan kepada Tergugat untuk merehabilitasi jabatan dan kedudukan Penggugat seperti semula pada eselon IIIa. Diketahui, pasca dilengserkan dari jabatan Camat Bontocani 2013 lalu, Hidayat pun mengajukan gugatan ke PTUN.

“Jadi memang kemarin (Senin) sekira pukul 9.00 Wita, saya menerima surat untuk mengikuti pelantikan pada pukul 14.00 Wita di Gedung PKK. Namun setelah saya melihat isi surat tersebut, bahwa pelantikan dengan jabatan yang diberikan kepada saya bersifat kolektif umum, makanya saya tidak menghadiri pelantikan tersebut,” kata Hidayat.

Lanjut Hidayat, hasil putusan pengadilan sudah keluar dua tahun lebih, yakni sejak Maret 2015, namun hingga kini belum ada pelaksanaan dari putusan PTUN tersebut. “Sementara kalau saya hadiri pelantikan tersebut berarti saya menerima putusan bupati waktu itu (Pencopotan jabatan),” beber Hidayat.

Hidayat menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan jabatan Sekretarias Dinas Pemadam Kebakaran yang dipercayakan kepadanya, namun hal itu dinilai tidak sesuai mekanisme yang ada.
“Soal jabatan yang diberikan, saya tidak tolak, namun hanya saja mekanisme pelantikannya saya tidak terima. Andaikan sesuai dengan putusan yang ada, yakni sesuai putusan Peradilan Tata Usaha Negara maka saya akan hadir,” jelasnya.

Hidayat menegaskan akan tetap melanjutkan perkaranya untuk memohon kepada PTUN agar memerintahkan bupati melaksanakan putusan pengadilan tersebut.

“Jadi saat ini perkara tersebut tetap akan saya lanjutkan,” pungkasnya. Penolakan menghadiri pelantikan juga dibeberkan Hidayat melalui media sosial facebook. Ia bahkan memposting undangan pelantikan dan suratnya yang ditujukan ke PTUN Makassar.

Kepala BPKSDM Kabupaten Bone, Drs A Islamuddin yang hendak dikonfirmasi, Kamis, 10 Agustus kemarin tak berhasil ditemui di kantornya. Informasi yang diperoleh dari salah satu stafnya, Islamuddin sedang dinas di luar kota.

“Bapak tidak ada. Beliau ada dinas di Lombok,” ungkap seorang staf perempuan. Islamuddin juga tak berhasil dihubungi melalui ponselnya. Ponsel yang bersangkutan dalam status dialihkan.
*

Click to comment
To Top