Mantan Kadis ESDM Bilangnya Cuma Pemeriksaan Rutin – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mantan Kadis ESDM Bilangnya Cuma Pemeriksaan Rutin

Polda ‘Garap’ Proyek PLTS

PENULIS : ADRY

RADARBONE.Co.ID – WATAMPONE–Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bone, Ir Khalil Syihab menegaskan pemeriksaan yang dilakukan Polda Sulsel terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikelola pihaknya, bukan karena proyek tersebut bermasalah.

Khalil yang kini menjabat Kadis PU Kabupaten Bone angkat bicara terkait proyek PLTS yang dikelola Dinas ESDM, SKPD yang pernah dipimpinnya.

Menurut Khalil, bukan cuma Dinas ESDM Kabupaten Bone yang disambangi Polda Sulsel. Melainkan semua daerah atau instansi yang mengelola dana alokasi khusus (DAK). “Polda mendatangi semua daerah. Menurut mereka, ini merupakan program rutin. Bukan Dinas ESDM yang didatangi, tapi semua penerima dana DAK.

Jadi kegiatan lain yang dibiayai DAK juga diperiksa,” kata Khalil melalui sambungan telepon, Rabu, 19 April kemarin. Khalil mengakui, pihak Polda dua kali datang ke Bone untuk meminta keterangan terkait proyek PLTS tahun 2013, 2014 dan 2015. “Polda datang ke Bone, kami dimintai keterangan di kantor dan Novena Hotel,” aku Khalil.

Diakui Khalil, pihak Polda menanyakan seputar realisasi pelaksanaan proyek PLTS di daerah ini.
“ULP juga berikan keterangan. Kalau ULP saya tidak tahu, mungkin terkait pemenang lelang. Proyek PLTS yang ditanyakan tahun 2013, 2014 dan 2015,” jelas Khalil.

Khalil menambahkan, proyek PLTS dikelola daerah cuma sampai 2015. Selanjutnya pada 2016, Dinas ESDM diambilalih dinas provinsi, termasuk pengelolaan proyek PLTS. “Jadi itu cuma pemeriksaan rutin dari Polda. Kalau ditemukan kerugian negara baru ditindaklanjuti.

Untuk di Bone, sudah disurvei langsung,” kunci Khalil seraya menegaskan, bahwa tidak benar ada proyek fiktif.
Sementara itu data yang dihimpun RADAR BONE, menyebutkan pada 2014, proyek PLTS menyasar tujuh kecamatan.

Proyek PLTS tahun 2014 tersebut menelan dana Rp2,6 miliar yang tersebar pada sembilan desa di tujuh kecamatan tadi. Adapun wilayah kecamatan yang menjadi sasaran PLTS 2014, yakni Bontocani, Libureng, Tellu Limpoe, Cenrana, Tonra, Barebbo dan Ponre.

“Sebanyak 21 lokasi yang mendapatkan PLTS, dengan sembilan desa di tujuh kecamatan,” ungkap Muh Nasrum, Kepala Bidang Kelistrikan Dinas ESDM Kabupaten Bone kepada RADAR BONE, Rabu 17 Desember 2014 lalu.
Adapun 21 lokasi sasaran yang dimakud Nasrum, adalah Dusun Bakung 28 Kepala Keluarga (KK) dan Dusun Lamoncong 22 KK Desa Lamoncong Kecamatan Bontocani.

Kemudian di Dusun Lappadata 29 KK dan Dusun Tea 28 KK Desa Mattirowalie Kecamatan Libureng, Dusun I Lerang 20 KK, Dusun II 20 KK dan Dusun III Laniti 15 KK Desa Tapong. Kemudian di Dusun Toppo Bulu 20 KK Desa Polewali Kecamatan Tellu Limpoe.

Sementara di Kecamatan Cenrana dialokasikan di Dusun I dan II Pallime Desa Pallime masing-masing 12 dan 13 KK, serta Dusun II dan III Ance’e masing-masing 20 KK.

Desa penerima lainnya adalah Desa Nagauleng, tepatnya di Dusun Balempengeng 12 KK dan Salusibalie 12 KK.
Warga Dusun Lawi 18 KK Desa Rappa Kecamatan Tonra juga kebagian. Tak ketinggalan warga Desa Cempaniga Kecamatan Barebbo, tepatnya Dusun Paggala 26 KK, Tellelimpoe 27 KK dan Cempaniga 27 KK.

Sementara untuk Kecamatan Ponre terdapat di Desa Tellu Boccoe di Dusun Sappe Ulo 6 KK, Maningo 13 KK dan Laule 12 KK. Menurut Nasrum hingga 2014, proyek PLTS telah menyentuh 13 kecamatan dari 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bone.
“Tahun sebelumnya (2013) itu ada enam kecamatan yang tersentuh program tersebut.
Tidak semua kecamatan kena, karena kami mencari desa yang belum teraliri listrik dari PLN,” pungkasnya.

Click to comment
To Top