Mantan Kadis-Pejabat ULP Diperiksa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mantan Kadis-Pejabat ULP Diperiksa

Polda ‘Garap’ Proyek PLTS

PENULIS : ROSDIANA SULJA – BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID – WATAMPONE–Polda Sulsel telah memeriksa sejumlah pejabat terkait dugaan kasus korupsi Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dikelola Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bone.

Informasi yang dihimpun RADAR BONE, Mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bone, Ir Khalil Syihab sudah dimintai keterangan oleh penyidik Direktorat Reskrim Khusus Polda Sulsel terkait proyek PLTS tahun 2013, 2014 dan 2015. Bukan proyek PLTS tahun 2016 seperti dilansir sebelumnya.

Kabar yang beredar, proyek PLTS tersebut, beberapa diantaranya diduga fiktif.  Mantan Kadis ESDM Kabupaten Bone, Ir Khalil Syihab yang berusaha ditemui di kantornya, Selasa, 18 April kemarin tak berhasil. Informasi yang diperoleh dari staf di kantornya, pria yang kini menjabat Kadis PU ini sedang berada di Makassar.

“Bapak (Khalil) lagi ke Makassar. Hari Kamis (Besok) baru kembali,” tutur seorang pegawai perempuan berseragam putih hitam.  Kemudian nomor ponsel yang biasa digunakan Khalil saat dihubungi dalam keadaan tidak aktif.
Sebelumnya, Sekkab Bone, HA Surya Darma SE, MSi yang dikonfirmasi membenarkan pemeriksaan terhadap Khalil.

“”Benar ada surat dari Polda tentang hal itu (Pemeriksaan Mantan Kadis ESDM). Tapi sudah diperiksa. Dengan ULP, semuanya sudah diperiksa dimintai keterangannya dalam kapasitas sebagai saksi,” tutur Surya saat ditemui di sela perayaan Isra Mi’raj di Lapangan Merdeka, Senin, 17 April lalu.

Selain Khalil sejumlah pejabat ULP, termasuk Mantan Kepala ULP Kabupaten Bone, Ir Muh As’ad MSi. As’ad kepada RADAR BONE, mengakui dirinya telah dimintai keterangan selama dua kali.

“Pertama di Pemkab Bone. Saya mengikuti pemeriksaan hingga jam 12 malam.
Selanjutnya, pemeriksaan di Mapolda Sulsel,” tutur As’ad melalui sambungan telepon, Senin, 17 April lalu.

Saat pengambilan keterangan di Bone, kata As’ad dirinya tak sendirian diperiksa, melainkan bersama tiga anggota pokja, yakni A Tenri, Evi dan Safar. “Pemeriksaan terkait listrik tenaga surya tahun 2013, 2014 dan 2015,” beber As’ad.

Informasi yang diperoleh RADAR BONE, menyebutkan proyek PLTS tahun 2013 dianggarkan sebesar Rp2.576.225.100. Kemudian anggaran proyek PLTS 2014 belum diperoleh data yang jelas. Sedangkan pada PLTS 2015 dianggarkan sebesar Rp3.069.404.250. Proyek tersebut tersebar di 450 rumah sasaran.

Hal ini diakui Kepala Bidang Kelistrikan Dinas ESDM Bone, Muh Nasrum SH kepada RADAR BONE, Rabu 11 Februari 2015 lalu. Menurut Nasrum saat itu, prosedur penempatan proyek PLTS tersebut melalui pemerintah desa yang memasukkan usulan data warga yang akan menjadi sasaran proyek PLTS. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan survei terlebih dahulu untuk memastikan kelayakannya.

“Semua lokasi ini merupakan usulan dari masyarakat, melalui kepala desa (kades) masing-masing. Namun ini akan kami survei untuk melihat kelayakannya,” kata Nasrum saat itu. Adapun lokasi proyek PLTS yang disasar 450 rumah tangga sasaran tersebut, diantaranya di Kecamatan Cenrana tepatnya Desa Panyiwi sebanyak 30 rumah tangga (RT).

Kemudian Pallime (15 RT), Ajanglasse (27 RT) dan Nagauleng (20 RT). Sementara di Desa Baringing Kecamatan Libureng (47 RT), Tellu Boccoe Kecamatan Ponre (50 RT), Patiogi Kecamatan Patimpeng (30 RT), Laleng Bata Kecamatan Lamuru (18 RT), Mapesangka Kecamatan Ponre (25 RT), Desa Lamoncong Kecamatan Bontocani (43 RT), Desa Pallawa Tellu Limpoe (75 RT), Mattiro Bulu Kecamatan Libureng (40 RT), Pattiro Riolo Kecamatan Barebbo (12 RT) dan Walimpomg Kecamatan Bengo (18 RT).

Click to comment
To Top