Mega Proyek Gedung Tower Kuras Angggaran Rp30 M. Netizen: Tuntaskan Dulu Jalan Rusak – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Mega Proyek Gedung Tower Kuras Angggaran Rp30 M. Netizen: Tuntaskan Dulu Jalan Rusak

RADARBONE.CO.ID–Mega proyek gedung tower 10 lantai hampir pasti mulai berjalan tahun 2020 mendatang.

Anggaran pembangunan gedung tower tersebut telah masuk di Rancangan APBD dan hasil evaluasi di Pemprov Sulsel, tak memberi catatan terkait rencana pembangunan tower tersebut.

Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan mengaku, pembangunan gedung tower tersebut dianggarkan bertahap.

“Proyeknya melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan dan mulai berjalan di 2020. Tahap awal dianggarkan Rp30 miliar,” ujarnya.

Rencana pembangunan tower tersebut mendapat penolakan masyarakat. Di media sosial, muncul tagar Tolak Tower. Pemkab dinilai terlalu boros membelanjakan uang, sementara banyak kebutuhan masyarakat yang mendesak untuk dianggarkan.

“Tuntaskan dulu jalan rusak baru bangun tower. Rp30 miliar anggaran per tahun, itu bukan dana yang sedikit. Akan lebih bermanfaat jika dialihkan ke program infrastruktur,” ujar Supriadi.

Ketua PMII Cabang Bone, Sudri juga meminta pemkab untuk mempertimbangkan rencana pembangunan tower. Ia melihat, belum tepat dianggarkan pembangunan tower.

“Apa urgennya ini tower. Masih banyak jalan rusak yang butuh harusnya menjadi prioritas pemda,” tegasnya.

Sebelumnya, pembangunan tower 10 lantai di kantor Bupati Bone, tak sepenuhnya mendapat restu dari kalangan legislator DPRD Bone, khususnya di Badan Anggaran (Banggar). Bahkan, pengakuan sejumlah anggota banggar, anggaran pembangunan tower tersebut tak pernah dibahas.

“Makanya kami heran, kok tiba-tiba ada. Padahal, tidak pernah ada di pembahasan badan anggaran,” ungkap Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone, A Muh Salam kepada RADAR BONE Minggu 1 Desember 2019.

Ia menegaskan, pembangunan tower tidak urgen. Bahkan tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone itu, anggaran yang digelontorkan untuk membangun tower akan lebih bermanfaat jika dialihkan ke program yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ditengah kondisi masyarakat yang masih butuh perbaikan jalan dan jembatan, sangatlah tidak etis jika menganggarkan lagi pembangunan gedung tower. Bukankah masyarakat kita masih tertinggi tingkat kemiskinanya. Apa itu tower tergolong urgen,?. Kenapa kita tidak memikirkan untuk kepentingan Masyarakat Bone,” tegasnya.

Ia yakin, jika anggaran Rp30 miliar untuk pembangunan gedung tower dialihkan ke infrastruktur, akan sangat besar manfaatnya.

Lilo sapaan akrabnya juga melihat, dari awal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sudah ada niat mengelabui anggota banggar.

“Di awal rapat kemarin, ketua tim anggaran pemerintah daerah (HA Surya Dharma), sudah sepakat dengan banggar akan membhas item per item setelah evaluasi di komisi. Nah, kenapa sampai rapat terakhir di banggar kemarin, tidak ada item per item itu. Jadi memang, ada niat mau mengelabui kita di banggar,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Bone, Muh Ramli juga mengaku tak setuju adanya pembangunan gedung tower tersebut. Bahkan kata Ketua Fraksi PKS itu, dalam rekomendasi Komisi III yang dibawa ke banggar, tak ada yang menyebut persetujuan untuk pembangunan gedung tower tersebut. “Memang di RKA (Rencana Kerja Anggaran) Dinas Tarkim (Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan), ada tertuang program pembangunan tower itu. Tapi tidak disetujui di Komisi III. Saat rapat kemarin, kita minta dinas terkait untuk memprogramkan yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Ramli

Pendapat berbeda diungkapkan anggota banggar lainnya, H Kaharuddin (Demokrat). Ia mengaku program pembangunan gedung tower tersebut ada masuk di banggar. Ia menegaskan, program yang dituangkan OPD tidak bisa masuk tanpa ada perencanaan sebelumnya.

“Mungkin sebagian teman-teman di banggar tidak tidak terlalu mendalami rancangan. Karena didalamnya udah tercantum pembangunan gedung kantor di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, A Ikhwan Burhanuddin mengaku, pembangunan tower di kantor bupati dilakukan bertahap. Ia menyebutkan, tahun 2020 pembangunan tower tersebut mulai berjalan. Anggaran yang disiapkan untuk tahap awal, mencapai Rp30 miliar.

“Kita anggarkan bertahap. Karena untuk pembangunan tower 10 lantai ini, anggaran yang kita butuhkan berkisar 100 miliar,” ungkapnya kepada RADAR BONE kemarin.

Sementara lanjut dia, kemampuan anggaran pemerintah daerah terbatas. “Jadi pembangunannya dilakukan bertahap. Yang jelas, target kami, dalam tiga tahun pembangunan tower itu harus rampung,” jelasnya. Ia mengaku, tower 10 lantai tersebut, akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Bone.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top