Melihat Dari Dekat Pencoblosan Pilkades Serentak Jilid II – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Melihat Dari Dekat Pencoblosan Pilkades Serentak Jilid II

Lansia Tak Ketinggalan Gunakan Hak Pilih

Pemilihan kepala desa (Pilkades) merupakan momen paling dinanti warga di desa. Mereka tak mau ketinggalan dalam menentukan pemimpin di desanya. Beberapa warga yang sudah lanjut usia hadir menggunakan hak pilih di TPS, meski harus dituntun.

ASKAR SYAM, Watampone

Setidaknya ini terlihat di Pilkades Panyili Kecamatan Palakka. Pencoblosan di desa ini dipusatkan di kantor desa setempat. Sejak pukul 07.00 Wita, warga mulai berdatangan ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Tidak terkecuali Dg Macora.
Wanita lansia ini datang dengan menumpangi minibus jenis Avanza bersama keluarga. Dia harus dituntun karena tak bisa berjalan sendiri menuju ke TPS. Wanita yang menggunakan kebaya berwarna kuning tersebut tiba di TPS sekira pukul 10.00 Wita.
Dengan ditemani keluarganya, dia pun bisa menggunakan hak pilihnya.

“Dia tetanggaku. Saya sama-sama ke sini (TPS) tadi untuk mencoblos,” tutur Syarifuddin, salah seorang wajib pilih yang berdomisili di perbatasan Panyili-Welalange.

Ayah satu ini mengatakan pilkades berbeda dengan pesta demokrasi lainnya, seperti pemilihan legislatif, pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden. Pilkades, kata dia sepanjang masih bisa berjalan me-nuju ke TPS wajib dihadiri, karena yang akan dipilih adalah pemimpin yang berhubungan langsung dengan kebutuhan warga. “Pilkades itu beda dengan pemilihan yang lain, karena kepala desa yang akan kita pilih. Orang yang akan berhubu-ngan dengan kehidupan kita sehari-hari,” paparnya.

Kehadiran lansia ikut mencoblos juga ditemui Desa Cabbeng Kecamatan Dua Boccoe.
Seorang kakek bernama Saung dijemput mobil oleh keluarganya. Kakek ini tak perlu menunggu lama untuk antre. Pasalnya dia mendapat prioritas untuk mencoblos. Setelah tiba di TPS, Saung pun langsung dipersilakan masuk ke TPS untuk selanjutnya menyalurkan hak suaranya.

Tak hanya Dg Macora dan Saung yang harus bersusah-susah mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilih. Tapi beberapa lansia lain tak ketinggalan untuk menentukan pilihan, memilih pemimpin di desa-nya. Para lansia ini rata-rata datang diantar mobil oleh keluarga masing-masing. (*

 

To Top