Menanti Kejutan Debat Pertama Capres-Cawapres – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Menanti Kejutan Debat Pertama Capres-Cawapres

RADARBONE.CO.ID-Debat perdana calon presiden-calon wakil presiden 2019 akan digelar Kamis 17 Januari malam ini. Dua capres-cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan beradu gagasan dalam bidang hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi, dan terorisme.

Dikutip dari CNN, sejumlah pengamat mengatakan debat perdana, dari lima kali debat yang direncanakan akan menjadi momentum bagi ‘sang penantang’ Prabowo Subianto-Sandiaga untuk memberikan kejutan berupa gagasan dan ide baru bagi permasalahan bangsa sesuai tema debat. Asalkan, solusi itu diimbangi dengan data, dan fakta.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno wajib menyiapkan berbagai jurus untuk menghadapi pasangan petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin bila ingin mencuri perhatian masyarakat.

Sejumlah survei, seperti Litbang Kompas, pada Oktober 2018 menunjukkan 14,7 responden belum menentukan pilihan. Survei melibatkan 1.200 responden. Artinya, debat perdana masih dapat memengaruhi pilihan pemilih.

Pengamat komunikasi politik Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat mengatakan pasangan Prabowo-Sandi wajib menyiapkan gagasan baru yang berbeda dengan yang selama ini telah dilakukan oleh pasangan petahana Joko Widodo-Ma’ruf terkait dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Selain menyiapkan ide atau gagasan baru, kata Dadang, pasangan Prabowo-Sandi juga mesti melihat realitas dan implementasi program dari petahana yang berkaitan dengan empat tema itu.

“Dalam konteks ini akan ada semacam evaluasi, kritik yang bakal dimunculkan oleh Prabowo-Sandi,” kata Dadang.

Terkait dengan tema HAM, Prabowo selama ini sering dikaitkan dengan peristiwa pelanggaran HAM tahun 1998. Namun, Dadang menilai hal itu tak serta merta bisa menjadi peluru bagi petahana untuk menyerang Prabowo.

Sebab, kata Dadang, Prabowo bisa melakukan penyangkalan, bahwa dalam proses hukum kasus pelanggaran HAM 1998 itu dirinya tidak pernah disangkutkan personal.

“Itu akan dijadikan pertahanan kalau secara hukum. Kita tidak dapat data bahwa Prabowo terkiat secara langsung dengan kasus HAM masa lampau,” tuturnya.

Sementara, pengamat politik Emrus Sihombing menuturkan hal penting pada debat perdana adalah kemampuan Prabowo-Sandi bisa menyajikan fakta, data, bukti, serta rasionalitas untuk menghadapi kubu petahana.

Nantinya, kata Emrus, setelah kelemahan petahana di bidang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme dibongkar, pasangan Prabowo-Sandi diharapkan melanjutkannya dengan memberikan tawaran solusi untuk mengatasi persoalan.

“Apa terobosan yang mereka buat sehingga misalnya untuk bidang penegakan hukum lebih baik, sehingga tidak hanya sekedar mengatasi kelemahan daripada petahana tapi sekaligus menawarkan sesuatu,” tutur Emrus.

Di bidang pemberantasan korupsi misalnya, menurut Emrus, Prabowo bisa saja menyinggung soal kasus korupsi yang menjerat pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) beberapa waktu lalu.

Apalagi, sambung Emrus, Kementerian PUPR menjadi salah satu primadona Jokowi yang memang getol melakukan pembangunan infrastruktur.

“Di sana penantang mengungkap dalam pemberantasan korupsi di bawah presiden, kalau di bawah DPR susah, tapi kalau kementerian kan di bawah beliau (Jokowi),” katanya.

Emrus memperkirakan kasus-kasus yang nantinya akan diangkat dan dibahas dalam debat malam nanti adalah kasus-kasus yang memang menjadi perhatian dan perbincangan publik. Salah satu kasusnya, kata Emrus, bisa saja soal kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Mengingat, hingga kini kasus tersebut masih belum menemukan titik terang.

“Karena secara komunikasi politik kalau isu-isu yang menjadi perbincangan diangkat berarti penantang jemput bola, (kasus) Novel menarik karena itu menjadi perbincangan publik,” ujarnya.

Namun, kedua tim sukses telah sepakat untuk tidak memperdebatkan kasus. Meski tak akan dibahas, diprediksi kemungkinan kasus-kasus tersebut akan disinggung.

Di sisi lain, terkait kemungkinan diangkat kasus pelanggaran HAM 1998 yang selalu dikaitkan dengan Prabowo, Emrus berpendapat kubu Prabowo telah menyiapkan berbagai cara untuk mengantisipasinya. Apalagi, dikatakan Emrus, kasus tersebut sudah acap kali diangkat ke publik.

Emrus beranggapan Prabowo justru bisa membalikkan pertanyaan tentang kasus pelanggaran HAM tersebut dengan realita yang terjadi saat Pilpres 2009 lalu saat Prabowo berpasangan dengan Megawati Soekarnoputri.

“2009 Prabowo sama Megawati berpasangan, itu enggak terangkat kasus itu, itu menarik kalau penantang (Prabowo) justru mengangkat itu,” kuncinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top