Mengenal Mahardika Ilham, Penemu Plyometrics Training Yang Berprestasi Di Ajang Inovasi Kedokteran Dunia – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mengenal Mahardika Ilham, Penemu Plyometrics Training Yang Berprestasi Di Ajang Inovasi Kedokteran Dunia

RADARBONE.CO.ID–Mahardika Ilham atau yang akrab disapa Andi, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang inovasi bergensi dunia, Seoul International Invention Fair 2019 yang berlangsung 1 sampai 2 Desember di COEX Exhibition Hall, Seoul Korea Selatan. Tercatat, ada 27 negara yang turut ambil bagian di ajang inovasi bidang kedokteran tersebut. Dan hebatnya, penemuan Andi bersama timnya masuk tiga besar terbaik dan berhak mendapat medali Perunggu.

Siapa sangka, anak yang lahir dari desa di bantaran Sungai Walannae, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang bergensi dunia bergensi dunia. Temuannya di bidang kedokteran mengantar Mahardika Budjana Sutan Ilham bersama lima rekannya meraih medali perunggu.
Ajang inovasi bergensi dunia kali ini, diikuti oleh 27 negara antara lain, Cina, Prancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat, Saudi Arabia dan Korea Selatan.

Setelah berlomba selama dua hari dan bersaing dengan mahasiswa kedokteran dari 27 negara, paper perwakilan Indonesia ini dengan judul ‘The Effect of Plyometric Training on Attention Level’, dinyatakan sebagai tiga paper terbaik dan berhak mendapatkan medali perunggu.

Andi yang juga anak pertama dari Kepala Desa Tocina Kecamatan Dua Boccoe, Muhammad Ilham, bersama rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berhasil mempertahankan temuannya dalam meningkatkan kecerdasan seseorang melalui gerakan plyometrics. Atas karya tersebut, dewan juri yang dipimpinoleh Mr KohJoon-ho (president Korea Invention Promotion Association) memberikan medali perunggu.

Plyometric training adalah salah satu bentuk olahraga yang popular saatini untuk meningkatkan ketangkasan. Oleh Andi dan kawan-kawan lantas melakukan pengujian penerapan plyometric training terhadap sejumlah mahasiswa kedokteran selama 6 minggu. Hasilnya, penerapan plyometric training selama 6 minggu terhadap mahasiswa, terbukti secara signifikan berhasil meningkatkan fungsi atensi sebagai pemicu dalam meningkatkan kecerdasan seseorang.

Kepala Desa Tocina, Muhammad Ilham kepada penulis mengaku bangga atas prestasi yang diraih putra pertamanya itu.

“Saya bangga, Andi bisa menjadi kebangaan bangsa ini. Cita-citanya dari kecil memang menjadi dokter,” ujarnya.

Ilham mengaku, sejak kecil, Mahardika memang bercita-cita menjadi dokter. Ilham mengaku, Mahardika menyelesaikan pendidikan di SD Tocina dan SMPN 1 Cenrana. Kemudian, melanjutkan studi di SMAN 5 Makassar. Nilai rata-rata rapornya di SMA bahkan mencapai 95.

Ilham juga mengaku, penelitian Andi bersama tim, sebelumnya telah mendapatkan penghargaan dari Kemenristek Dikti, dengan lolosnya karyailmiah tersebut dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang diselenggarakan di Denpasar, Agustus 2019.

“Jadi memang, penemuan ini sudah mendapat hak intelektual dari Dikti. Anak saya berhasil menemukan terapi dalam meningkatkan kecerdasan otak,” terangnya.

Ilham yang juga kepala Desa Tocina Kecamatan Dua Boccoe itu mengaku, anaknya sejak kecil memang dikenal cerdas. Bahkan Mahardika fasih berbahasa inggris tanpa melalui kursus.

“Jadi Mahardika ini belajarnya otodidak. Tidak pernah kursus tapi fasih berbahasa inggris. Di sekolah (SMAN 5 Makassar), nilai rata-rata raportnya juga tinggi, mencapai 95,” jelasnya sembari menyebut Matematika merupakan mata pelajaran menjadi favorit Mahardika.

Mahardika juga termasuk mahasiswa yang tercepat menyelesaikan studinya di UNDIP. Ilham mengaku, anaknya diwisuda pada Januari 2020 mendatang. “Anak saya menyelesaikan studi di UNDIP hanya 3,5 tahun. Termasuk yang tercepat diantara mahasiswa lainnya,” kuncinya.

*

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top