Mengenal Sosok Suharni, Cleaning Service di RSUD Tenriawaru Watampone Peserta Ujian Paket B – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mengenal Sosok Suharni, Cleaning Service di RSUD Tenriawaru Watampone Peserta Ujian Paket B

Suharni berpose usai mengikuti ujian paket B. Selain tuntutan pekerjaan, Suharni mengikuti ujian karena dorongan anak-anaknya.

Tuntutan Pekerjaan, Antusias Ikut Ujian

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Suharni sangat antusias mengikuti ujian paket B yang digelar, Sabtu, 13 Mei lalu di SMP Negeri 4 Watampone. Ibu tiga anak ini menjadi peserta ujian paket B melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bone. Suharni merupakan warga Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Barat.

Wanita ini sehari-hari bekerja sebagai petugas cleaning service di RSUD Tenriawaru Watampone. Diakui keikutsertaannya dalam ujian paket karena atas tuntutan pekerjaan yang dilakoni saat ini. Sejauh ini, Suharni hanya memiliki ijazah SD. Dia berharap ada perbaikan nasib setelah mengantongi ijazah kelak.

“Saya sengaja ikut ujian paket ini karena kami sebagai cleaning service di RSUD Tenriawaru diharuskan mengumpulkan ijazah, sementara saya hanya tamatan SD,” ungkapnya.

Suharni mengatakan dirinya akan melanjutkan paket A setelah kelak sudah mengantongi ijazah paket B.
“Saya akan lanjutkan nantinya setelah saya mendapatkan ijazah, namun sesuai dengan aturan yang ada bahwa saya harus menunggu selama tiga tahun lagi,” jelas Suharni.

Diakui Suharni, dirinya cukup kesulitan mengerjakan soal-soal ujian, apalagi penglihatannya sudah mulai terganggu karena faktor usia. “Namanya juga faktor umur, saya agak sulit mengerjakan soal akibat penglihatan saya terganggu.
Jadi saat bikin bulat-bulat pada lembar jawaban kadang kelebihan tapi itu tidak jadi masalah karena saya juga dibantu sama pengawas untuk itu,” cerita Ibu tiga anak itu.

Suharni mengakui sudah tahun bekerja sebagai tenaga kebersihan di rumah sakit tipe B itu. Sebelumnya dia hanya bekerja sebagai penjual serabutan.

“Saya sudah tiga tahun bekerja sebagai tukang cleaning service. Sebelumnya saya bekerja sebagai penjual keliling di terminal,” ceritanya.

Dia jmenambahkan salah satu alasan ikut ujian paket, adalah karena dorongan dari anak-anaknya.
“Ini juga berkat dorongan dari anak saya sehingga saya ikut ujian, jadi memang sejak dulu anak saya yang sudah kuliah itu selalu menyampaikan kepada saya untuk ikut ujian,” tutupnya.

(*)

To Top