Meski Mundur, Bupati Bone Minta Rivai Tetap Bertanggungjawab – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Meski Mundur, Bupati Bone Minta Rivai Tetap Bertanggungjawab

Dirut Perusda Bone, Rivai Saguni saat dilantik di gedung PKK Bone tanggal 16 Maret 2015. Rivai dilantik bersama Dirut PDAM Bone, A Sofyan Galigo.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Bupati Bone Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi MSi menanggapi surat pengunduran diri Rivai Saguni sebagai Direktur Utama Perusda Bone. Fahsar mengatakan sampai saat ini belum bisa mengambil keputusan mengenai pengunduran diri Rivai tersebut.

“Kami belum ambil keputusan, karena harus menunggu dulu hasil audit dari Dewan Pengawas,” terang Fahsar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 8 Mei kemarin.

Fahsar yang baru saja menerima Satyalancana Pembangunan di bidang pertanian tersebut, menegaskan pengajuan surat pengunduran diri tersebut menandakan Rivai tak bisa lagi mengemban tugas.

“Karena ada surat permintaannya, maka mungkin memang harus diterima. Hanya saja sebelum meninggalkan jabatannya, tentu harus mempertanggunjawabkan dulu semua hal selama mengemban jabatan,” tegasnya.

Jika hasil audit dari dewan pengawas telah ada, kata Fahsar, maka akan ditunjuk seorang pelaksana tugas menjalankan roda perusahaan di perusda.

“Kami akan tunjuk Plt dan kami harapkan figur yang memimpin Perusda ini memang dari kalangan pebisnis dan memiliki sense Of belonging sehingga benar-benar berusaha semampunya untuk mengembangkan perusda,” katanya.

Pasalnya, sambung Fahsar, perusda bisa besar ketika dihandle seorang bervisi bisnis yang memiliki link.
“Memimpin perusda ini beda dengan perusahaan lain, harus lihai melihat peluang bisnis yang bisa dikembangkan dan punya link luas serta berpengalaman dalam dunia bisnis,” kuncinya.

Diberitakan sebelumnya, Rivai Saguni mengundurkan diri sebagai Dirut Perusda terhitung tanggal 3 Mei lalu. Rivai beralasan mundur karena ingin memberi kesempatan kepada yang lain. Namun demikian, pengunduran diri disampaikan Rivai di tengah perusda ‘digoyang’ kasus dana penyertaaan modal (DPM). Perusda mengelola DPM dari pemkab sebesar Rp500 juta yang dianggarkan dalam APBD 2015.

To Top