Miris, Investor Masuk, Pemkab Tak Dapat Apa-Apa – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Investor Masuk, Pemkab Tak Dapat Apa-Apa

Sejumlah alat berat di lokasi milik PT Conch bekerja siang malam.

RADARBONE.CO.ID – BARRU–Investor Tiongkok mulai membangun di Barru sejak dua tahun terakhir. Tapi tampaknya perusahaan sekelas BUMN ini belum memberi apa-apa bagi Pemkab Barru. Belum ada pemasukan daerah dari perusahaan industri semen tersebut.

Sejatinya keberadaan sebuah perusahaan di suatu daerah menjadi nilai tambah bagi daerah. Tapi lain di Barru, menurut Wakil Ketua DPRD Barru, Abd Rahman, keberadaan investor asal Tiongkok di Barru ini tak memberikan apa-apa ke Pemkab Barru.

Soal tenaga kerja asing misalnya, mestinya ada pemasukann daerah terkait izin menggunakan tenaga kerja asing (Imta). Tapi sayangnya segala pemasukan terkait Imta ini diambil pemerintah pusat.

Ini karena PT Conch, ujar Rahman, menggunakan tenaga kerja asing lintas propinsi. “Dengan demikian pemerintah Kabupaten Barru tidak dapat apa-apa, Barru hanya dapat keraknya,”katanya.

Belum jika menghitung dampaknya bagi tenaga kerja lokal. Harusnya perusahaan yang rencananya membangun pabrik semen ini lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal. Kalau aturannya, satu tenaga kerja asing itu harus didampingi minimal 25 tenaga kerja lokal.

Itupun juga tenaga kerja asing yang dipekerjakan harus ahli. Data jumlah tenaga kerja asing yang dipekerjakan PT Conch di Barru sekira 30 orang. Rata-rata tenaga kerja asing ini lintas propinsi.

Sementara Asisten I Pemkab Barru, Darwis Pala, menyatakan, soal keberadaan investor di daerah itu tidak bisa langsung memberikan dampak. Semua pasti melalui proses. Sebuah perusahaan seperti pabrik semen pasti dampaknya akan besar bagi daerah dan masyarakat Barru.

Termasuk tenaga kerja lokal pasti mendapat perhatian. Namun pada hal-hal yang butuh keahlian ini perlu pelatihan khusus dan biasanya pemenuhannya bertahap.

Mengenai dampak lingkungannya kata mantan Kadis Pertambangan Barru ini, itu melalui proses amdal. “Kalau tidak salah dua kali pertemuan dengan perguruan tinggi terkait amdalnya,” ujarnya.
*

Click to comment
To Top