Miris, Pengrusakan Pohon Merajalela – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Pengrusakan Pohon Merajalela

Deretan pohon yang sudah meranggas berdiri di sepanjang Jl MH Thamrin. Ini merupakan salah satu potret aksi pengrusakan pohon pelindung di daerah ini. Gambar direkam, Selasa, 27 November kemarin.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Satu persatu pohon pelindung di pinggir jalan dibuka. Baik dilakukan secara perlahan dengan menguliti bagian batang pohon, maupun ditebang dengan sengaja.  Parahnya lagi, sejauh ini belum ada peremajaan pohon yang dilakukan pemerintah. Ruang terbuka hijau pun semakin berkurang.
“Saya sengaja memang dimatikan, mungkin karena merusak, lihat saja batang pohonnya itu semua digellang (Dikuliti). Jadi wajar kalau pohon-pohon di pinggir jalan mati,” kata Rustan, salah seorang warga.

Aktivis Lingkungan Hidup Nurman keberadaan pohon pelindung memiliki banyak manfaat bagi manusia. Hanya saja, kerap diabaikan, termasuk oleh kalangan pemerintah. “Ada banyak manfaat jika merawat pohon di pinggir jalan dengan baik, diantaranya dapat menghasilkan oksigen lebih banyak, membuat teduh, sejuk, dan dapat menyerap panas delapan kali lebih banyak, menjaga kelembaban, menyerap debu, mengundang burung dan yang pastinya membuat keindahan kota,” beber pemuda pecinta alam itu.

Penebangan pohon secara sembarangan, kata Nurman sesungguhnya sudah diatur dalam perda. Namun sayangnya, pemerintah daerah tidak tegas dalam menegakkan aturan yang ada. “Padahal diatur dalam perda itu pohon, baik perawatan apalagi mematikannya. Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup jeli memperhatikan dengan hal itu. Jangan dibiarkan begitu saja hingga mati satu persatu, kalau mati tanami lagi yang baru. Intinya pemda harus tegas terhadap praktik pengrusakan pohon,” kunci Nurman.

Aktivis Lingkungan Hidup lainnya, Evi turut mendesak Pemerintah Kabupaten Bone untuk mengasuransikan pohon pelindung di jalur hijau perkotaan sebagai komitmen kepedulian lingkungan hidup. “Penerapan sistem asuransi memungkinkan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan perkotaannya agar tetap rindang, teduh, dan ada keseimbangan lingkungan sehingga tetap lestari,” kata Evi menyarankan.

Usulan atau wacana asuransi yang dilontarkan bukan tanpa referensi. Ia menyebutkan contoh beberapa kota besar yang telah sukses memberlakukan kebijakan asuransi pohon, seperti Surabaya, Bandung, Bogor, dan beberapa kota lain. “Di Surabaya, pohon yang tumbang karena bencana angin dan sebagainya mendapat kompensasi dana pengganti dari asuransi. Kalau di Bone saya salut sudah ada perda yang mengatur, jika ada yang menebang, meskipun sekadar memangkas cabang atau ranting tanpa izin, denda diberlakukan. Hanya saja, saya belum melihat penerapan perda itu,” tutupnya

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top