Miris, Sekolah Percontohan di Sinjai Tak Dilirik. Ini Kata Pengamat Pendidikan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Sekolah Percontohan di Sinjai Tak Dilirik. Ini Kata Pengamat Pendidikan

Salah satu ruang kelas di SDN 89 Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara. SDN Lappa berharap ada anggaran perbaikan ruang kelas.

Dunia Pendidikan di Sinjai Terus Menuai Sorotan

PENULIS : LUKMAN SARDY

RADARBONE.CO.ID_SINJAI–Sejumlah sarana pendidikan di Kabupaten Sinjai, tak pernah tersentuh pembangunan. Tak hanya sekolah di wilayah terpencil, sejumlah lembaga pendidikan yang ada di Kota Sinjai nyatanya juga belum tersentuh anggaran pembanguan Ruang Kelas Baru (RKB).

Infrastruktur pendidikan di Kabupaten Sinjai membutuhkan perhatian khusus. Beberapa sekolah yang tergolong percontohan, sarana pembelajarannya tergolong memprihantinkan. SDN 89 Lappa misalnya. Meski sekolah ini masuk kategori percontohan, namun hampir seluruh dinding kelas lapuk.

Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali mengusulkan anggaran perbaikan maupun pembangunan RKB, namun tidak pernah digubris dinas terkait. Salah satu tenaga pendidik di SD itu, Akriani Jaya mengatakan, dinding kelas yang lapuk, hanya ditutupi asbes.

“Kondisi sekolah dan ruang kelas hanya dipermak. Ini inovasi guru-guru disini,” ujarnya kepada RADAR BONE, Selasa 9 Oktober kemarin.

Ia menyebut, SDN 89 merupakan salah satu sekolah percontihan dan pernah mewakili Sinjai dalam ajang lomba sekolah adiwiyata tingkat nasional. Terpisah, kepala SDN 89 Lappa, Hj Nurhaeni SPd MM berharap pemerintah daerah bisa memprioritaskan penganggaran untuk perbaikan kelas dan bangunan lainnya yang ada di sekolah itu.
Kondisi serupa juga terjadi di SDN 82 Tokinjong Kecamatan Sinjai Utara.

Kepala SDN 82 Tokinjong, Dra Wahidah SPd MPd mengaku untuk membenahi sejumlah sarana yang rusak di sekolah itu, pihaknya terpaksa meminjam uang ke koperasi.  “Saya pinjam dana koperasi sebanyak Rp5 juta karena memang sangat mendesak untuk dibenahi lapangan itu,” ujarnya.

Ia menyebut, setiap musim hujan, lapangan olahraga yang ada di sekolah tergenang air.
Bahkan kata dia, ruang laboratorium dan ruangan guru digabung menjadi ruang kantor, karena terbatasnya ruang kelas di sekolah itu. Terpisah Marhawana guru kelas

SD 82 Tokinjong mengaku, drainase di sekolah itu juga tidak berfungsi sehingga genangan air dari luar masuk ke lingkungan sekolah ketika musim hujan. “Kita berharap ada perhatian dari dinas terkait. Karena jika dibiarkan, sangat mengganggu proses belajar mengajar, apalagi jika kondisi kelas tidak menguntungkan,” pungkasnya.

Terpisah, Pemerhati pendidikan, Muhlis SPd MM mendesak Pemkab Sinjai untuk tidak tutup mata dengan persoalan pendidikan di daerah itu. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, menurutnya tidak hanya pembenahan dalam satu sektor pembangunan juga harus diperhatikan dimana kualitas dan kuantitas tenaga pendidik yang harus dikedepankan untuk mencetak generasi yang handal.

“Melihat persoalan pendidikan di Sinjai bahwa kenapa selama ini kita masih dibawa rata rata itu karena selain infrastrukturnya yang belum memadai juga kualitas sdm pendidik yang sudah harus diperhatikan karena diera sekarang begitu banyak tenaga pendidik sudah tidak mampu lagi bertahan di era digital,” kuncinya.

 

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top