Miris, Selama Empat Tahun 194 Kasus Narkoba Terungkap, 276 Pelaku Diamankan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Miris, Selama Empat Tahun 194 Kasus Narkoba Terungkap, 276 Pelaku Diamankan

PENULIS : HERMAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kasus narkoba setiap tahun meningkat. Peredaran barang haram ini sudah meluas hingga ke desa. Aparat penegak hukum pun diminta menindak tegas pengedar hingga bandar narkoba, sehingga bisa menimbulkan efek jera. Berdasarkan data yang diperolah dari Satuan Narkoba Polres Bone, angka kasus narkoba di Bumi Arung Palakka meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya dalam kurun waktu 2014-2017, tercatat sedikitnya 194 kasus narkoba yang berhasil dibongkar.

Dari sejumlah kasus tersebut, terdapat 276 pelaku yang diamankan. Yang mencengangkan adalah pelaku diamankan ternyata didominasi pengedar.

“Sebagian besar pelaku yang kita amankan merupakan pengedar,” kata Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSI melalui Kasat Narkoba, Iptu Theodorus Echael Setiyawan saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 11 Desember kemarin.

Meningkatnya kasus narkoba di daerah berjuluk Kota Beradat ini, Polres Bone meraih predikat keempat dalam pengungkapan kasus narkoba di Sulsel tahun ini. “Kita masuk urutan empat di Sulsel dalam penangungkapan kasus narkoba,” tambahnya.

Kasus terbaru yang berhasil diungkap adalah tertangkapnya terduga bandar sabu bernama Suroe yang berpesta narkoba bersama seorang oknum anggota Polsek Patimpeng, Awan Darmawan serta seorang warga sipil, Dedi Aswar alias Ichal bin Ibrahim (24) di Jl Abu Daeng Pasolong, Kelurahan TA, Kecamatan Tanete Riattang, Minggu, 3 Desember lalu sekira pukul 17.30 Wita.

Kasus ini sempat menarik perhatian publik. Pasalnya, Suroe yang selama ini dikenal licin karena beberapa kali lolos dalam penggerebekan, termasuk yang dilaksanakan BNNP Sulsel dikabarkan akan direhab karena tidak temukan barang bukti sebagai bandar. Namun belakangan polisi mengaitkan Suroe dengan beberapa pelaku narkoba yang tertangkap sebelumnya dan menunjuk Suroe sebagai pemilik barang. Desakan publik yang kuat, Suroe pun akhirnya dijerat sebagai bandar yang tidak perlu direhab, melainkan harus diberi hukuman berat.

Anggota Komisi I DPRD Bone, HA Suaedi SH MH menegaskan, narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang terorganisir. Mafia atau bandar narkoba tidak sekadar mencari keuntungan, melainkan menghancurkan kelangsungan generasi bangsa. Karenanya, kata dia patut diberi efek jera dengan hukuman berat, bukan direhabilitasi.

“Saya berharap hukuman ringan untuk para pelaku narkoba khususnya yang tengarai sebagai bandar, tidak terjadi lagi.  BNNK sebagai garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkoba di daerah ini, harus memperlihatkan taringnya.

Jangan tebang pilih,” tegasnya seraya berharap lemahnya penegakan hukum terhadap bandar dan keluarga pejabat yang terlibat narkoba tidak berulang, seperti kasus adik Bupati Sinjai, beberapa waktu lalu.

Demikian pula dengan aparat penegak hukum yang terlibat narkoba, politisi Partai Demokrat ini meminta dihukum seberat-beratnya, sehingga menjadi contoh sekaligus memberi efek jera. “Jika ada aparat terlibat jangan dilindungi, berikan sanksi tegas supaya menimbulkan efek jera,” paparnya.

Aktivis Pemberdayaan Masyarakat, Djunaid Umar sepakat jika pengguna narkoba direhabilitasi. Namun demikian, kata dia, rehabilitasi jangan sampai menggugurkan pertanggungjawaban secara hukum.

“Rehabilitasi perlu, tapi pertanggungjawaban hukumnya tetap harus berjalan. Ketika terbukti menyalahgunakan narkoba, ya berhadapan dengan hukum,” kata Djunaid.

Menurut dia, pihak-pihak yang terjerat dalam kasus narkoba jangan berlindung pada status pengguna sebagai korban, sehingga ujung-ujungnya cuma direhabilitasi saja.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top