Mutasi Kepsek SD Inpres 10/73 Ceppaga Berbuntut Panjang – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mutasi Kepsek SD Inpres 10/73 Ceppaga Berbuntut Panjang

Salah satu orangtua siswa membacakan pernyataan sikap terkait penolakan Kepala SD Inpres 1073 Ceppagae, Kecamata Libureng saat berunjukrasa di DPRD Bone, Selasa 7 Maret kemarin.

Orangtua Siswa Ramai-ramai Mengadu ke Dewan

Belasan warga Desa Ceppaga, Kecamatan Libureng mendatangi gedung DPRD Bone, Selasa 7 Maret kemarin. Mereka memprotes pergantian kepala sekolah SD Inpres 10/73 Ceppaga yang dinilai tanpa persetujuan komite dan orangtua siswa.

Askar Syam, Watampone

Kepala sekolah saat ini, A Haslina SPd ditolak memimpin sekolah tersebut. Pengganti H Harmin itu dinilai tidak memiliki kapabilitas ditunjuk menjadi kepala sekolah di SD tersebut.
Sementara ada dua calon yang diusulkan, yakni Padawari SPd dan Sabaria SPd malah tidak diakomodir menjabat kepala sekolah di SD tersebut.

Salah satu orangtua siswa, Hasniati mengaku aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut dihentikan sementara, sebagai bentuk protes pengangkatan kepala sekolah yang baru.
Orangtua siswa lainnya, Andi Edy Syam menambahkan, SD Inpres 10/73 Ceppaga adalah sekolah inti di gugus 1 wilayah satu Kecamatan Libureng dan merupakan sekolah unggulan, yang harus dipimpin oleh orang yang profesional dan bertanggungjawab dan jujur.

“Salah seorang guru SD yang telah diusulkan oleh UPTD Pendidikan dan memenuhi syarat serta berprestasi dan dianggap mampu memimpin SD malah tidak diakomodir,” terangnya.
Orangtua siswa, lanjut dia mengancam akan memindahkan anak-anak mereka, ketika usulan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Aspirasi warga Desa Ceppaga diterima langsung Ketua DPRD Bone, Drs A Akbar Yahya MM bersama Wakil Ketua DPRD Bone, Usman T serta Kabag Umum Ishan Samin dan Kabag Keuangan, A Nursyamsu.
Ketua DPRD Bone, Drs A Akbar Yahya berjanji segera merekomendasikan aspirasi tersebut ke komisi terkait untuk dirapat kerjakan.

“Saya juga meminta agar proses belajar mengajar di SD Inpres 10/73 Ceppaga tidak terganggu. Kasihan anak-anak menjadi korban. Serahkan permasalahan ini ke kami. Insya Allah segera ditindaklanjut bersama dinas terkait,” tutup Akbar. (*)

Click to comment
To Top