Narkoba Dipasok Dari Malaysia. Berikut Kasus Yang Ditangani Polres Bone Selama 2019 – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Narkoba Dipasok Dari Malaysia. Berikut Kasus Yang Ditangani Polres Bone Selama 2019

Kapolres Bone, AKBP I Made Ary saat memimpin press release penanganan kamtibmas selama tahun 2019 bertempat di Aula Mapolres Bone, Kamis 2 Januari kemarin. Kasus narkoba masih menonjol selama 2019.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE, RB–Narkoba yang beredar di Kabupaten Bone nyatanya dipasok dari Malaysia. Hal ini ditegaskan Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zaky saat press release penanganan kamtibmas Tahun 2019 di Mapolres Bone, Kamis 2 Januari kemarin. Zaky menyebut, narkoba dipasok dari Malaysia melalui Pelabuhan Pare-pare.

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kabupaten Bone cukup mengkhawatirkan. Dari beberapa kasus yang diungkap polisi, rata-rata barang haram itu dipasok dari negeri jiran Malaysia.
Penyelundupan barang haram itu, tidak hanya melalui pelabuhan internasional, melainkan banyak melalui pelabuhan tidak resmi. Tahun 2019 lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan ditangkapnya IRT di Pelabuhan Bajoe, saat berusahan menyelundupkan sabu-sabu seberat 1 kilogram ke Kolaka.

Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zaky menyebutkan, sabu-sabu kebanyakan dipasok dari Malaysia.

Barang haram tersebut kata dia, masuk di Bone melalui empat pelabuhan.
“Pare-pare, Sulbar, Garonggong, dan Makassar. Selanjutnya barang terpecah ke Sidrap dan masuk ke Wajo dan selanjutnya beredar ke Kabupaten Bone,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, di Bone ada beberapa kecamatan yang masuk wilayah rawan narkoba. Kecamatan dimaksud, meliputi Ajangale, Dua Boccoe, Cenrana, Tellu Siattinge, Lamuru, Lapri, Tanete Riattang, Tanete Riattang Barat, Sibulue dan Kajuara. “Khusus wilayah kota daerah Laccokkong yang paling banyak kita temukan kasus narkoba,” tuturnya.

Hanya saja, untuk pengungkapan kasus Narkoba selama 2019 mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2018. Kasus narkoba yang ditangani Polres Bone selama tahun 2019, hanya berkisar 54 kasus dengan tersangka 66 orang, dan barang bukti yang diamankan sebesar 163 gram.
Sementara tahun 2018, ada 62 kasus yang ditangani dengan tersangka 120 orang dan barang bukti 396 gram.

Selain narkoba, kasus menonjol lainnya yang ditangani Polres Bone yakni kasus kriminal. Sepanjang 2019, polisi menangani sedikitnya 890 kasus. Mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya mencapai 687 kasus.

“Kasus pencurian cukup menonjol dengan jumlah laporan sebanyak 255 kasus sedangkan untuk 2018 sebanyak, 145 kasus,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Moh Pahrun.
Ia juga menyebutkan, untuk tahun 2019 ada 410 kasus yang menyeberang dan masih dalam proses penyelidikan.

“Sementara untuk tahun 2018 lalu kasus yang menyebrang, ada 201 kasus,” tutup Pahrun.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top