Nasib Eksodus Asal Palu di Kabupaten Bone. Rela Sekolah Anak Terbengkalai – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Nasib Eksodus Asal Palu di Kabupaten Bone. Rela Sekolah Anak Terbengkalai

Korban gempa Palu, Arman berposes bersama istri dan anak-anaknya saat disambangi penulis di rumah salah satu kerabatnya, kemarin.

RADARBONE.CO.ID–Sebagian warga Sulawesi Tengah yang memilih mengungsi pasca gempa dan tsunami melanda tak semuanya kehilangan tempat tinggal.
Ada yang keluar dari Palu karena trauma dengan bencana alam yang terjadi.\

Adalah pasangan suami istri, Arman dan Nailan yang memilih meninggalkan Palu karena faktor trauma. Pasutri yang dikaruniai tiga anak ini meninggalkan Sulteng karena trauma melihat kejadian yang menimpa daerah perantauannya tersebut.  Arman pertama kali menginjakkan kaki di Kota Palu pada 2010 silam. Ia memboyong istrinya dan hidup berdagang di daerah itu.
Sesungguhnya rumah milik Arman dan Nailan tidak hancur seperti korban gempa dan tsunami lainnya. Rumah mereka masih layak untuk ditempati kembali. Hanya, musibah dahsyat yang melanda Palu membuat warga Palu asal Bone ini memilih keluar daerah.

” Kami masih berniat kembali ke Palu. Karena rumah dan pekerjaan kami ada di sana. Untuk sementara ini kami hanya menenangkan diri dulu di sini sekira satu bulan. Jika trauma kami sudah hilang, akan kembali ke sana lagi,” tutur Arman didampingi istrinya, Nailan. Hanya saja yang membuat Arman resah berada di Bone, selain tidak memiliki bekal apa-apa, ia juga prihatin dengan sekolah anak-anaknya. Setelah masa tanggap darurat berakhir di Palu, aktivitas perkantoran kembali berjalan normal, termasuk sekolah.

Kendati anak-anak Palu sebagian sudah kembali bersekolah, namun Arman belum rela membawa anak-anaknya kembali ke Palu. Ia ingin memastikan Palu sudah benar-benar aman dan trauma yang ia alami bersama keluarga hilang. “Sayang sekali anak-anak kami tidak bersekolah. Padahal teman-temannya sudah kembali mengikuti proses belajar mengajar. Kami masih terauma, jadi kami belum bawa anak-anak ke Palu. Kasihan anak-anak tidak sekolah,” kata Arman seraya mengungkapkan dua anak masih duduk di bangku SD.
Yang menjadi fokus Arman saat ini bagaimana bisa mendapatkan biaya hidup keluarga sehari-sehari selama di Bone.

“Sudah satu Minggu kami di sini hanya beras kami dapatkan sebanyak 10 kilogram dan beberapa Mie instan. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah agar ada yang bisa kami cicipi setiap hari,” kunci dia. Saat ini Arman beserta istri dan anak-anaknya menumpang pada rumah keluarga di Lingkungan Awangsalo, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top