Radar Bone

Berita Terkini

Nasib Petani di Bone. Kuota Pupuk Dipangkas, Anggaran Subsidi Dikurangi

Komisi II DPRD Bone saat kunjungan kerja membahas kuota pupuk yang dikurangi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Kuota pupuk subsidi dipangkas. Bone yang sebelumnya mendapat jatah pupuk subsidi mencapai 95 ribu ton, tahun ini, alokasi pupuk subsidi untuk daerah ini, hanya sebesar 86 ribu ton. Artinya, kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Bone, dipangkas mencapai 9 ribu ton.

Memasuki musim tanam, petani terancam tak mendapat jatah pupuk subsidi, menyusul adanya kebijakan pengurangkan kuota mencapai 9 ribu ton.

Ironisnya, kuota yang ada saat ini, jauh dari kebutuhan. Mengacu Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK), kebutuhan pupuk subsidi untuk Kabupaten Bone mencapai 150 ribu ton.
Permasalahan lainnya, anggaran untuk subsidi daerah dicabut. Pada 2019 lalu, anggaran untuk subsidi pupuk yang dialokasikan pemerintah daerah, mencapai Rp10 miliar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bone, H Sunardi Nurdin mengakui adanya pengurangan kuota pupuk subsidi. Ia mengaku, pengurangan kuota ini berlaku nasional.

“Namun tetap kita upayakan, agar kuota Bone tetap bertahan di 95 ribu ton. Mengingat kebutuhkan pupuk petani kita sangat besar,” ungkap Sunardi kepada RADAR BONE, kemarin.
Ia mengaku, penurunan kuota pupuk subsidi berlaku nasional. Akibat adanya penurunan kuota sebesar 1 juta ton dari sebelumnya 8 juta ton menjadi 7 juta ton.

“Memang dana untuk subsidi daerah tidak dianggarkan tahun ini karena pengalaman tahun lalu juga tidak dipakai,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bone, A Hasanuddin mengaku, tetap ada anggaran untuk subsidi pupuk yang disiapkan tahun ini. “Kita tetap siapkan anggaran Rp2 miliar tahun ini untuk jaga-jaga,” terangnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Bone, A Muh Idris Alang menegaskan, penurunan kuota pupuk akan mengancam petani di Bone. Ia khawatir, terjadi kelangkaan pupuk yang berimbas pada nasib petani di daerah ini.

“Ini harus segera disikapi. Kita minta agar Bone dapat kuota lebih besar. Mengingat areal persawahan di Bone sangat luas,” ujarnya.

Termasuk yang menjadi masalah kata Idris Alang, petani tambak yang tidak lagi mendapat pupuk subsidi.

“Ini yang juga harus disikapi segera. Bayangkan, saat memakai pupuk subsidi saja, mereka terkadang merugi. Apalagi ini, setelah kuota pupuk subsidi di sektor perikanan dicabut, akibat terbitanya Permentan Nomor 1 tahun 2020 yang mengalokasikan pupuk subsidi hanya pada sektor tanaman pangan dan peternakan,” tutupnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer

To Top