Ngeri, Buaya Besar Ditangkap, Diperutnya Ada Tulang dan Rambut Manusia – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ngeri, Buaya Besar Ditangkap, Diperutnya Ada Tulang dan Rambut Manusia

Warga mempertontonkan buaya yang berhasil ditangkap. Satu diantaranya diduga telah memangsa manusia.

RADARBONE.CO.ID–Dua ekor buaya besar, berhasil ditangkap warga di sekitar wilayah Sebuku, Desa Pembeliangan, Nunukan, Kalimantan Utara. Diketahui, dua ekor buaya tersebut berukuran sekira lima meter dengan dan enam meter dengan lebar sekira 80 centimeter (cm).

Dari buaya yang berukuran lima meter setelah dibelah bagian perut dan ditemukan rambut manusia saat ini telah dikubur warga. Sedangkan, buaya yang ukurannya lebih besar tidak dibawa ke daratan dan hanya dilakukan pemeriksaan di sungai.

“Sejak kemarin sudah dua buaya. Satu sudah dikubur, sedangkan satu tidak dibawa ke daratan. Hanya dibiarkan di Sungai Tenggaruk, Desa Pembeliangan karena sulit dibawa ke daratan,” ujar Camat Sebuku Muhammad Ramli, dikutip dari Radar Nunukan.

Dijelaskan, buaya yang berhasil ditangkap warga ini merupakan ukuran yang sangat besar jika dibanding dengan sejumlah buaya yang telah ditangkap warga sebelumnya.

“Kali ini ukurannya memang sangat besar. Diperkirakan umur buaya ini sekira 40 tahun. Sebab, kulitnya sangat keras, ukuran gigi cukup besar dan dipenuhi lumut,” ungkapnya.

Saat ini, warga yang menjadi korban keganasan buaya Sebuku sudah terjadi tiga kali. Di mana, dua korban tidak ditemukan jasadnya.

Sedangkan, Muhammad Ali (46), warga Desa Pembeliangan, yang hilang saat menjala udang akhir tahun lalu diduga menjadi korban setelah warga menangkap buaya awal tahun ini atau tepatnya 10 Januari lalu. Kemudian, ditemukan tulang belulang dan rambut korban.

Sedangkan, korban terakhir, Tahir (38) harus kehilangan tangan kirinya pada Minggu (18/6) lalu. “Sebelumnya ada dua korban yang belum ditemukan jasadnya. Diduga, rambut dalam perut buaya merupakan korban yang hilang beberapa bulan lalu,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar nelayan tetap berhati-hati ketika beraktivitas di sungai agar tidak adalagi korban yang menjadi keganasan buaya. Sebab, ukuran buaya begitu besar jika dibanding dengan perahu yang biasa digunakan warga.

“Ukurannya sangat besar dibanding perahu yang biasa digunakan nelayan. Serta, diketahui masih banyak buaya di sekita sungai. Sebab, jika disambar dengan ekor buaya dapat dipastikan perahunya terbalik,” tambahnya.

Click to comment
To Top