Oknum Bulog Akhirnya Kembalikan Dana Raskin – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Oknum Bulog Akhirnya Kembalikan Dana Raskin

Soal Penggelapan Uang Pembayaran Raskin

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Oknum sekurity Bulog, BH yang diduga menggelapkan dana pembelian beras miskin (Raskin) 2016, akhirnya mengembalikan seluruh dana yang diambil. Total dana yang dikembalikan BH mencapai Rp1 miliar. Sebelumnya BH yang bertugas sebagai sekurity sekaligus satker pada Gudang Apala itu telah menyerahkan Rp500 juta sejak kasus itu teruangkap. Sedangkan sisanya sebesar Rp560 juta dikembalikan pada 9 Februari lalu. Pengembalian dana melenceng dari tenggat waktu yang diberikan pihak Bulog.

Kepala Kantor Seksi Logistik Kabupaten Bone, H Amir Sube kepada RADAR BONE Selasa 28 Februari kemarin mengatakan, pihaknya tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum, karena yang bersangkutan berjanji untuk mengembalikan dana raskin yang diambil.

“Alhamdulillah, dia sanggup melunasi secara keseluruhan. Hanya saja oknum sekurity tersebut sudah diberhentikan jadi satker. Jadi sekarang hanya menjabat sebagai sekurity. Sebelumnya dia merangkap sekurity dan satker,” tutur Amir.

Amin mengakui pihaknya tidak bisa mengambil langkah tegas lebih jauh, karena merupakan wewenang pimpinan. “Dengan adanya kejadian itu, maka tidak akan diberikan lagi kewenangan untuk merangkap jabatan. Tapi dia tetap bekerja sebagai sekurity. Itu bukan wewenang kami untuk memberhentikan, sehingga tetap bekerja seperti biasa sesuai dengan tupoksi sekurity” jelas Amir.

Diberitakan sebelumnya, BH selama ini ditugaskan membantu satuan kerja bulog menangani administrasi berita acara penyerahan raskin pada lima kecamatan. Dia sekaligus menerima dana tebus raskin dari warga miskin. Namun sayangnya, dia malah mengantongi uang tersebut untuk keperluan lain. Total dana raskin yang diduga digelapkan oknum BH tersebut mencapai Rp1 miliar lebih.

Dana tersebut merupanan dana tebus raskin mulai Januari hingga April 2016 yang meliputi lima kecamatan, yakni Barebbo, Cina, Tonra, Mare, dan Sibulue. Belang oknum sekuriti yang juga bekerja sambilan sebagai pengusaha beras berdomisili dekat gudang Bulog ini pun tercium sejak Amir Sibe menjabat Kakansilog
pada Mei 2016.

Pihak Kansilog sudah memberikan peringatan kepada BH sejak Juni 2016.
Karena menilai oknum sekuriti itu masih ada inisiatif baik, maka Amir pun belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib termasuk kepada pihak Kejari Bone yang selama ini digandeng Bulog menyelesaikan dana Raskin bermasalah.

Pihak Kansilog memilih langkah persuasif daripada menempuh jalur hukum karena berharap dana yang diambil BH bisa dikembalikan.  BH pun diberi tenggat waktu hingga 31 Januari lalu untuk melunasi seluruh dana raskin yang digelapkan. Namun pelunasan baru dilakukan pada 9 Februari lalu.

*

To Top