Oknum Ketua LSM Dilaporkan Kasus Penipuan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Oknum Ketua LSM Dilaporkan Kasus Penipuan

Korban kasus penipuan melaporkan kasus yang dialami di Mapolsek Tanete Riattang, Kamis 9 Februari.

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB– Oknum Ketua salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), IR alias IH yang dilaporkan dengan dugaan penipuan yang menyebabkan korban, Suhardi Bin Sanaan (37) menelan kerugian sebesar Rp5,4 juta menganggap laporan tersebut tidak benar alias tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

IH menegaskan bahwa isi laporan kasus penipuan yang menyeret namanya itu rancuh.
Pasalnya, jumlah uang yang dilaporkan korban sebagai objek penipuan tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

IH mengaku bahwa jumlah tunggakan panitia perayaan HUT LSM yang dia pimpin belum dilunasi hanya Rp3,2 juta. Sementara dalam laporan yang dibuat korban jumlah tunggakan adalah Rp5,4 juta.

“Itu laporan tidak benar. Jumlah tunggakan yang harus dibayar panitia hanya Rp3,2 juta. Kemudian atas nama ketua saya bersedia membayar, namun hanya persoalan waktu. Saya tetap taat hukum namun jika di kemudian hari tidak terbukti maka akan kami lapor balik,” katanya kepada RADAR BONE via sambungan telepon selular, Jumat 10 Februari.

Sementara Istri IH, mengatakan bahwa pada Rabu 8 Februari lalu pelapor pernah mendatangi tempat jualannya kemudian menagih uang tersebut.

“Pernah datang itu pelapor ke tempat jualan. Saya katakan sabar-sabar maki dulu kalau sudah ada uang saya langsung bawakan ke rumahta,” kata, AN.

AN menambahkan, pelapor memberi waktu sampai akhir pekan ini untuk membayar, jika tidak akan dilaporkan ke polisi.

“Dia bilang kalau sampai lewat akhir pekan tidak dibayar saya akan laporkan ke polisi. Padahal ini belum melewati batas yang dikatakan pelapor kemarin. Saya mau lunasi tapi masih dalam kepengurusan sertifikat tanah untuk mencairkan uang di bank,” tutupnya.

Sebelumnya, korban mendatangi Mapolsek Tanete Riattang pada Kamis 9 Februari sekira pukul 21.40 Wita.

Dalam laporannya dengan nomor LP/48/II/2017/SPKT/Res Bone/Sek Tanete Riattang , tertanggal 9 Februari korban menjelaskan pelaku awalnya menyewa alat musik elekton milik, Suhardi selama dua hari dengan harga Rp5,4 juta.

Menurut, warga Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, sampai saat ini pelaku belum membayar uang sewa alat musik hingga dia merasa ditipu dan memimilih menempuh jalur hukum.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Syamsu Alam dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan adanya laporan masuk terkait dengan dugaan penipuan.

“Kami sudah terima laporan korban, bukan uang sedikit itu kerugiannya orang,” tegasnya.

To Top