Oknum LSM Nyaris Dikeroyok – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Oknum LSM Nyaris Dikeroyok

SP dan AR saat diamankan petugas kepolisian setempat. Kasus dugaan perselingkuhan ini tak berlanjut ke proses hukum setelah tak ada keberatan dari keluarga suami AR.

Diduga Berduaan dengan Istri Orang

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB–Oknum penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah ini kembali berulah. Seorang anggota LSM berinisial SP nyaris dikeroyok warga Dusun Laiwa, Desa Manajeng, Kecamatan Sibulue, Selasa 7 Maret lalu sekira pukul 22.00 Wita. Pria yang dikabarkan berstatus duda ini ditemukan berduaan dengan seorang wanita bersuami berinisial AR hingga larut malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun RADAR BONE, pria ini sudah kerap bertamu hingga larut malam di rumah AR. Maklum, di rumah AR cuma ditemani dua anaknya. Sedangkan suaminya sedang merantau ke Sorong, Papua.

Kemarahan warga memuncak saat mengetahui SP sedang berada di rumah AR hingga larut malam, pada Selasa 7 Maret lalu. Warga pun mengepung rumah tersebut dan hendak menghakimi SP. Beruntung, kepala desa dan babinkantibmas setempat berhasil menghalangi sehingga tindak kekerasan tersebut terelakkan.

“Soal apa dikerjakan di dalam rumah tidak kita tahu. Tapi berdua di rumah orang yang ada suaminya sampai larut malam sudah menunjukkan tindakan tidak beretika. Apalagi ini sudah sering sekali terjadi kadang tengah malam baru pulang,” kata Yusran, seorang pemuda setempat.

Yusran menambahkan, warga sudah lama mewanti-wanti, jika kedua pasangan ini kembali bertemu sampai larut malam maka akan bersatu untuk melakukan penggerebekan.

“Sudah lama diincar, karena akhir-akhir ini keduanya kerap bertemu sampai larut malam,” tambahnya.
Kepala Desa Manajeng, Andi Ismail membenarkan kejadian itu.
Namun jalur damai ditempuh atas kasus itu. Dia mengatakan, keluarga suami wanita tersebut tidak ada yang mengajukan keberatan terkait dengan dugaan hubungan perselingkuhan yang dilakukan SP dan AR.

“Sudah berdamai, keluarga korban juga tidak ada yang keberatan,” katanya.
Kapolsek Sibulue, AKP Makmur mengatakan pihaknya tak menerima keberatan dari pihak keluarga AR, sehingga kasus tersebut tidak diproses secara hukum, melainkan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Tidak ada laporan masuk. Kepala dusun, kepala desa, Babinkamtibmas serta keluarga korban sepakat untuk tak melanjutkan kasus ini,” katanya.

Informasi dari Polsek Sibulue pasangan yang sempat diamankan dari kerumunan massa ini membantah melakukan tindakan asusila. Keduanya mengaku cuma duduk berduaan di ruang tamu saat massa mendatangi mereka.

To Top