Oknum Pegawai UPTD di Bone Terancam Dipecat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Oknum Pegawai UPTD di Bone Terancam Dipecat

ilustrasi

Terindikasi Gunakan Ijazah Palsu

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penggunaan ijazah palsu di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) bukan isapan jempol belaka. Seorang oknum pegawai UPTD Pendidikan terbukti melakukan hal itu.

Aksi nekat menggunakan ijazah palsu tersebut dilakukan Ishak SPd, seorang oknum PNS yang pernah bertugas SMAN 1 Patimpeng. Ia menggunakan ijazah palsu dari salah satu perguruan tinggi ternama di Kota Makassar. Pria ini berstatus PNS yang terangkat pada 2010.

Sesuai dengan hasil pemeriksaan Tim Inspektorat Daerah Kabupaten Bone Nomor 781.04/70/VI/IDA tertanggal 11 Juni 2015 didapatkan hasil bahwa pemilik NIP 19810105 201001 I 021 ini benar menggunakan ijazah palsu saat melakukan pendaftaran CPNS melalui jalur umum pada 2010 lalu.

BKN telah menindaklanjuti laporan tentang ijazah palsu tersebut dengan mengirim surat dengan nomor KR.IV.K.26-25/P.22-205/2017 menegaskan berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2002 tentang perubahan PP Nomor 98 tentang pengadaan PNS, dalam pasal 18 ayat 1 huruf g dan ayat 2 dijelaskan bahwa CPNS diberhentikan tidak dengan hormat apabila waktu melamar dengan sengaja memberikan keterangan palsu.

Selanjutnya berdasarkan lampiran Peraturan BKN Nomor 25 Tahun 2015 tanggal 1 Juli 2015 tentang tindakan dan hukuman disiplin terhadap PNS yang menggunakan ijazah palsu didalam angka romawi IV huruf A angka 2 dijelaskan bahwa CPNS/PNS yang diketahui menggunakan ijazah palsu saat melamar menjadi CPNS/PBS dikenakan tindakan administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai CPNS/PNS

Kepala Badan Pengelola Kepegawaian Sumber Daya Manusia Kabupaten Bone, Drs A Islamuddin yang dikonfirmasi RADAR BONE di ruang kerjanya, Senin 5 Juni lalu menegaskan, hasil pemeriksaan Irda kemudian ditindaklanjuti pihaknya dengan bersurat ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV.

“Kami telah menerima surat dari BKN dan oknum PNS tersebut diberikan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS,” tegas Islamuddin.

Surat Keputusan (SK) pemecatan oknum PNS yang saat ini mengabdi sebagai staf di Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Bontocani tersebut dalam proses. “SK pemecatannya sementara kami proses,” tegas Irsal Mahmud SHut MSi, Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BPKSDM Kabupaten Bone.

Dari informasi yang dihimpun RADAR BONE, oknum guru ini sebenarnya pernah duduk di bangku kuliah pada perguruan tinggi yang dia palsukan ijazahnya, hanya saja tidak sampai selesai. Menggunakan jasa seorang temannya, Ishak pun berhasil mendapatkan ijazah palsu yang digunakannya mengikuti seleksi CPNS dan ternyata berhasil lolos. Belakangan, setelah mengabdi selama enam tahun lebih, ulah pria kelahiran 5 Januari 1981 ini pun ketahuan membuat inspektorat turun tangan dan berhasil menemukan bukti pelanggaran yang dilakukan Ishak.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Bontocani, Abdul Rahman SPd yang dikonfirmasi RADAR BONE membenarkan adanya salah satu stafnya yang diperiksa Inspektorat Daerah terkait penggunaan ijazah palsu.
Diakui Rahman, sebelum Ishak ditarik menjadi staf di Kantor UPTD yang dipimpinnya, pernah bertugas sebagai guru di SMAN 1 Patimpeng. Saat bertugas di SMAN 1 Patimpeng itulah, Ishak ketahuan menggunakan ijazah palsu untuk jenjang S1. Akibat dari kejadian itu, dia pun dimutasikan menjadi staf di kantor UPTD Bontocani.

“Jadi sudah dua tahun bertugas di sini,” ungkapnya. Abdul Rahman juga tak menampik, jika Ishak telah diperiksa oleh Inspektorat mengenai penggunaan ijazah palsunya itu. “Dia pernah diperiksa, namun mengenai pemecatan, sampai sejauh ini kami belum mendapat informasinya,” ujarnya

Sementara itu Ishak yang berusaha dikonfirmasi melalui sambungan telepon tidak berhasil. Panggilan RADAR BONE dijawab oleh salah seorang perempuan yang mengaku sebagai teman Ishak.
“Saya teman pak Ishak. Kebetulan HP-nya ketinggalan. Terkait soal itu (Ijazah palsu), dia sudah dipanggil Inspektorat. Ia sudah memberikan keterangan dan sudah dianggap tidak ada lagi masalah,” ujar seorang wanita di ujung telepon.

*

Click to comment
To Top