Oknum Sekuriti Bulog di Bone Diduga Gelapkan Dana Raskin Rp1 M – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Oknum Sekuriti Bulog di Bone Diduga Gelapkan Dana Raskin Rp1 M

Sejumlah pekerja saat mengangkat beras raskin ke atas truk, untuk selanjutnya didistribusikan ke penerima yang berhak.

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Dana beras miskin (Raskin) kembali dimainkan. Kali ini oknum sekuriti Bulog berinisial BH diduga menggelapkan dana tebus raskin senilai Rp1 miliar.

Oknum sekuriti yang bertugas di Gudang Bulog Apala Kecamatan Barebbo itu selama ini ditugaskan membantu satuan kerja bulog menangani adminis-trasi berita acara penyerahan raskin pada lima kecamatan. Dia sekaligus menerima dana tebus raskin dari warga miskin. Namun sayangnya, dia malah mengantongi uang tersebut untuk keperluan lain.

“Oknum sekuriti ini sudah lama diangkat membantu Satker oleh pejabat Kakansilog lama. Alasannya petugas Satker merupakan orang baru dan personel Kansilog juga terbatas,” terang Amir Sube, Kepala Kantor Seksi Logistik (Kakansilog) Bone saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, malam tadi.
Lebih jauh Amir menjelaskan, total dana raskin yang diduga digelapkan oknum BH tersebut mencapai Rp1 miliar lebih.

“Hanya saja separuhnya sudah dikembalikan dengan cara diangsur dan kini tersisa sekira Rp500 juta,” terang pengganti Umar Said itu.

Dana tersebut merupanan dana tebus raskin mulai Januari hingga April 2016 yangmeliputi lima kecamatan, yakni Barebbo, Cina, Tonra, Mare, dan Sibulue.

“Sebenarnya sesuai dengan regulasi baru, sudah tidak diperbolehkan lagi sekuriti diperbantukan di Satker sejak 2016,” ungkap pejabat yang bertugas di Bumi Arung Palakka sejak Mei 2016.

“Karena saya masuk Mei dan memeriksa catatan akhirnya kami telusuri. Dan tenyata ini ulah BH. Kami langsung berikan peringatan pada sejak Juni lalu,” bebernya. Karena menilai oknum sekuriti itu masih ada inisiatif baik, maka Amir pun belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib termasuk kepada pihak Kejari Bone yang selama ini digandeng Bulog menyelesaikan dana Raskin bermasalah.

“Kami melakukan pendekatan persuasif terlebih dahulu karena takutnya kalau kami publish malah oknum itu akan pasang badan,” terangnya. Bahkan sisa dana Rp500 juta, pihak bulog juga telah memegang jaminan sertifikat tanah milik BH.

“Sudah ada jaminan sertifikat tanah kami pegang dan kami beri waktu BH hingga Selasa 31 Januari mendatang untuk menyelesaikan sisa dana Rp500 juta tersebut,” imbuh Amir. Jika BH melanggar tenggat waktu tersebut, maka pihak Bulog pun akan menempuh jalur hukum. “Kapan melanggar tenggat waktu maka jelas akan tempuh jalur hukum,” kuncinya.

*

To Top