PAD Perikanan Bone Tertinggal – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

PAD Perikanan Bone Tertinggal

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Dinas Perikanan Kabupaten Bone masih keteteran merealisasikan target penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) 2017. Bayangkan, sejauh ini realisasi PAD Dinas Perikanan baru mencapai 43,90%. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bone, Dinas Perikanan mengelola tiga jenis retribusi, yakni retribusi jasa usaha tempat pelelangan, retribusi penjualan produksi usaha daerah dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.

Hingga keadaan per 15 September lalu, Dinas Perikanan baru membukukan penerimaan Rp118.520.000 dari target PAD sebesar Rp270.000.000. “Ketiga jenis retribusi tersebut belum ada yang menonjol pemasukannya, sehingga targetnya masih rendah persentasenya.

Bulan ini belum capai target,” ujar A Tifa Armanusa, Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Bapenda kepada RADAR BONE, Jumat, 22 September kemarin.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Ir Wahida yang dikonfirmasi RADAR BONE, mengakui adanya beberapa kendala yang dihadapi, terkait potensi penerimaan PAD.

Pada retribusi pemakaian kekayaan daerah misalnya, kata Wahida salah satu dari dua alat berat (eskavator) yang miliki dalam kondisi rusak. “Eskavator yang biasa disewakan tinggal satu unit yang bisa beroperasi. Karena satu unit sudah rusak dan itu butuh biaya perbaikan,” bebernya. Apalagi tahun ini, kata dia tak ada program pengerukan saluran tambak seperti tahun lalu.

Kemudian untuk retribusi jasa pelelangan, faktor cuaca yang tidak menentu membuat pemasukan turun. “Tapi Insya Allah kami optimis untuk merampungkan pada akhir tahun. Karena biasanya pemasukan retribusi itu rata-rata rampung di akhir tahun dan tahun lalu juga bisa rampung. Insya Allah tahun ini kami juga upayakan untuk merampungkan,” paparnya.

Selain itu, sambung Wahida banyak potensi PAD diambilalih pemprov, seperti pengurusan surat izin kapal semua ditangani provinsi. “Sedangkan di kabupaten hanya tangani kapal 5 GT, dan kapal 5 GT bebas pembayaran,” kunci Wahida.

*

Click to comment
To Top